Bikin Macet Malam Hari, Pedagang Sayur Pasar Bitingan Direlokasi ke Pasar Hewan

Lingkungan, Pasar358 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Pedagang sayur Pasar Bitingan yang berjualan pada malam hari di sepanjang Jalan dr Loekmono Hadi dan Jalan Mayor Busono, akan segera direlokasi ke Pasar Hewan yang berada di Jalan Lingkar Selatan turut Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Relokasi dilakukan sebab para pedagang tersebut berjualan di luar area pasar atau di jalan, dan dikeluhkan sering menimbulkan kemacetan. Di samping itu, keberadaan para pedagang itu juga dinilai sudah mengganggu tatanan dan keindahan kota.

Asisten II Sekda Kudus Jadmiko menyampaikan, penataan ulang dilakukan kepada pedagang sayur malam di Pasar Bitingan yang berjualan di luar pasar. Sedangkan pedagang sayur yang berjualan di dalam pasar tidak ikut direlokasi.

“Karena yang berjualan itu di area jalan dan fungsinya itu tidak digunakan untuk berjualan, sehingga memang sering bikin macet,” ujarnya, usai melakukan sosialisasi kepada PKL Pasar Bitingan, Senin (9/1/2023).

Para pedagang tersebut nantinya akan direlokasi ke Pasar Hewan, agar penataan ruang di wilayah jalan dr Loekmono Hadi dan Jalan Mayor Busono bisa rapi dan bagus kembali. Ini mengingat, adanya pedagang sayur malam di lokasi itu juga menyebabkan area menjadi kumuh dan tidak teratur.

“Ini tadi sudah kita sosialisasikan kepada pedagang, agar nanti bisa mensterilkan area tersebut selambat-lambatnya akhir bulan ini,” Ujar Jadmiko yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus.

Asisten II Sekda Kudus Jadmiko. (Foto:J05)

Pihaknya juga menyampaikan, kondisi Pasar Hewan akan dikondisikan sebaik mungkin, dengan berkoordinasi bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, khususnya bidang peternakan yang memiliki kewenangan di area tersebut.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Sayur Malam Bitingan, Untung Hermanto, mengungkapkan ada sekitar 20 pedagang sayur malam yang berjualan di sepanjang Jalan dr Loekmono Hadi dan Jalan Mayor Busono.

“Sebagian besar dari mereka adalah pendatang dan tidak masuk dalam paguyuban pasar. Yang anggota paguyuban hanya segelinting saja, paling hanya 5 orang,” ujarnya, Senin (9/1/2023).

Pihaknya pun mengakui bahwa kondisi pasar sayur malam memang sering membuat kemacetan lalu lintas, sebab ada sebagian pedagang yang berjualan diarea luar atau di jalan.

Hermanto juga mengaku merasa prihatin sebagai masyarakat Kudus melihat kondisi area Pasar Bitingan tersebut, yang dinilai sudah mengganggu keindahan kota dan kepentingan umum.

“Memang iya bikin kemacetan, dulunya sebelum Bu Etik (Kepala Disdag) purna itu malah udah rapi udah bagus, hanya sekarang ini aja yang bikin macet,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku akan mengikuti arahan dari Dinas Perdagangan Kudus. Apabila nanti jalan terbaik adalah relokasi, maka pihaknya akan menyampaikan hal tersebut kepada para pedagang terkait. (J05/A01)

Komentar