Baru 7 Persen Kelompok 3B di Kudus Terima MBG, DKK Minta Jadi Prioritas

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyediaan MBG di SPPG Bhayangkari Kramat, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Penyediaan MBG di SPPG Bhayangkari Kramat, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menyoroti masih rendahnya angka sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kalangan 3B di wilayah setempat, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dari total 51 ribu data 3B di Kabupaten Kudus, baru sekitar 4 ribu orang yang tercatat menerima manfaat program tersebut.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait rendahnya cakupan tersebut.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan yang memuaskan mengenai minimnya penerima manfaat dari kelompok 3B.

Menurut Nuryanto, program MBG yang menjadi unggulan Presiden Prabowo Subianto seharusnya lebih tepat menyasar kalangan 3B karena mereka membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan asupan gizi.

Sayangnya, implementasi di lapangan masih lebih terfokus pada anak-anak usia sekolah.

“Kami kemarin minta SPPG untuk rapat koordinasi, kami menekankan agar 3B ini bisa menjadi prioritas penerima MBG. Dari 51 ribu itu baru kena 4 ribuan, jadi masih kecil hanya 7 persenan,” kata Nuryanto, belum lama ini.

Baca Juga :  DKK Kudus Ingatkan Batas Waktu Konsumsi MBG Demi Cegah Risiko Bakteri: Jangan Dimakan Sore

Saat ini terdapat 101 SPPG yang telah terbangun di Kabupaten Kudus dan mengikuti pelatihan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Namun, dari jumlah tersebut baru 85 SPPG yang beroperasi aktif dan telah mengantongi sertifikat SLHS.

DKK Kudus juga membuka ruang konsultasi bagi SPPG atau dapur penyedia MBG yang ingin berdiskusi terkait pemenuhan gizi sesuai standar.

“Selama ini kami belum banyak dilibatkan dalam pelaksanaan teknis di lapangan, padahal DKK memiliki tenaga ahli gizi berpengalaman yang siap berbagi pengetahuan,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan agar tidak menunggu terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, seperti kasus keracunan makanan, baru kemudian mencari solusi. Terlebih, sebagian petugas SPPG dinilai masih muda dan minim pengalaman.

Ke depan, DKK berharap sasaran penerima manfaat MBG tidak hanya berfokus pada anak sekolah, tetapi juga memberi perhatian serius pada kalangan 3B demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. (J05/A01)

Berita Terkait

DKK Kudus Ingatkan Batas Waktu Konsumsi MBG Demi Cegah Risiko Bakteri: Jangan Dimakan Sore
SPPG Polres Kudus Perkenalkan Kuliner Nusantara di Menu MBG
SPPG di Kudus Sajikan Nasi Goreng, Spesial Hari Ulang Tahun Presiden Prabowo
Makan Bergizi Gratis Perdana di Demak, 3.381 Porsi Dibagikan ke Pelajar
Launching MBG, Kapolres Demak : Kami Pastikan Bahan Pokok yang Digunakan Berkualitas
Berita ini 37 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 13:04 WIB

DKK Kudus Ingatkan Batas Waktu Konsumsi MBG Demi Cegah Risiko Bakteri: Jangan Dimakan Sore

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:20 WIB

Baru 7 Persen Kelompok 3B di Kudus Terima MBG, DKK Minta Jadi Prioritas

Senin, 3 November 2025 - 18:27 WIB

SPPG Polres Kudus Perkenalkan Kuliner Nusantara di Menu MBG

Jumat, 17 Oktober 2025 - 14:53 WIB

SPPG di Kudus Sajikan Nasi Goreng, Spesial Hari Ulang Tahun Presiden Prabowo

Senin, 24 Februari 2025 - 18:00 WIB

Makan Bergizi Gratis Perdana di Demak, 3.381 Porsi Dibagikan ke Pelajar

Berita Terbaru