Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menyoroti masih rendahnya angka sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kalangan 3B di wilayah setempat, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dari total 51 ribu data 3B di Kabupaten Kudus, baru sekitar 4 ribu orang yang tercatat menerima manfaat program tersebut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait rendahnya cakupan tersebut.
Namun, hingga kini belum ada penjelasan yang memuaskan mengenai minimnya penerima manfaat dari kelompok 3B.
Menurut Nuryanto, program MBG yang menjadi unggulan Presiden Prabowo Subianto seharusnya lebih tepat menyasar kalangan 3B karena mereka membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan asupan gizi.
Sayangnya, implementasi di lapangan masih lebih terfokus pada anak-anak usia sekolah.
“Kami kemarin minta SPPG untuk rapat koordinasi, kami menekankan agar 3B ini bisa menjadi prioritas penerima MBG. Dari 51 ribu itu baru kena 4 ribuan, jadi masih kecil hanya 7 persenan,” kata Nuryanto, belum lama ini.
Saat ini terdapat 101 SPPG yang telah terbangun di Kabupaten Kudus dan mengikuti pelatihan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Namun, dari jumlah tersebut baru 85 SPPG yang beroperasi aktif dan telah mengantongi sertifikat SLHS.
DKK Kudus juga membuka ruang konsultasi bagi SPPG atau dapur penyedia MBG yang ingin berdiskusi terkait pemenuhan gizi sesuai standar.
“Selama ini kami belum banyak dilibatkan dalam pelaksanaan teknis di lapangan, padahal DKK memiliki tenaga ahli gizi berpengalaman yang siap berbagi pengetahuan,” ungkapnya.
Ia pun mengingatkan agar tidak menunggu terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, seperti kasus keracunan makanan, baru kemudian mencari solusi. Terlebih, sebagian petugas SPPG dinilai masih muda dan minim pengalaman.
Ke depan, DKK berharap sasaran penerima manfaat MBG tidak hanya berfokus pada anak sekolah, tetapi juga memberi perhatian serius pada kalangan 3B demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. (J05/A01)










