Jurnalpantura.id, Kudus – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sempat menyebabkan genangan air di sejumlah area persawahan dan permukiman pada Minggu (9/2/2025).
Berdasarkan laporan terkini, setidaknya 30 hektare sawah dan puluhan rumah warga terdampak akibat curah hujan yang tinggi.
Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa genangan air terjadi di beberapa desa, termasuk Desa Jetis Kapuan, Desa Pasuruan Lor, dan Desa Tanjung Karang. Di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor, sebanyak 15 hektare sawah tanpa tanaman tergenang air, sementara di Desa Jetis Kapuan tercatat 20 hektare sawah mengalami hal serupa. Selain itu, 20 hektare area persawahan di Desa Tanjung Karang, yang sebagian telah ditanami, juga terdampak.
“Selain sawah, banjir juga menggenangi jalan poros di Desa Jetis Kapuan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 20 cm. Beberapa gang di RW 1 hingga RW 5 turut terdampak, termasuk Gang Diponegoro dan area di sekitar Petilasan Mbah Ronggojoyo,” jelas AKP Hadi Noor Cahyo.
Selain itu, genangan air juga memasuki permukiman warga. Di RW 1, sebanyak 25 rumah terdampak dengan ketinggian air antara 10 hingga 15 cm. Sementara itu, RW 2 mencatat 2 rumah terdampak, RW 3 sebanyak 16 rumah, RW 4 sebanyak 4 rumah, dan RW 5 sebanyak 2 rumah dengan ketinggian genangan berkisar antara 5 hingga 10 cm.
Di Dukuh Tanggul Angin, Desa Jati Wetan, genangan lebih tinggi terjadi di RT 3 dan RT 4 RW 3, di mana sekitar 30 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 30 cm.
Meski demikian, tidak ada laporan kerusakan pada sarana ibadah maupun pendidikan. Sejauh ini, tidak ditemukan adanya korban jiwa atau kerugian materil yang signifikan. “Kami telah menyiagakan lima personel untuk memantau perkembangan banjir dan akan melaporkan situasi terkini kepada pimpinan,” tambah AKP Hadi Noor Cahyo.
Pihak kepolisian juga mencatat bahwa genangan air di persawahan dan permukiman disebabkan oleh kondisi geografis daerah tersebut yang berada di dataran rendah. Selain itu, curah hujan yang tinggi dan posisi sungai yang lebih tinggi dibandingkan perkampungan menyebabkan air sulit mengalir keluar.
Sementara itu, lima pompa air di kolam retensi Desa Jati Wetan saat ini beroperasi penuh guna mempercepat penyusutan genangan air. “Kami akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani dampak banjir ini,” tutup Kapolsek Jati.
Dengan situasi ini, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan lebat dalam beberapa hari ke depan. (J06/A01)










