Arahkan Pasien Ke RSUD Karena Tidak Mempunyai Akte Dan KK, Warga Sedulur Sikep Kecewa Layanan Puskesmas Undaan

- Jurnalis

Jumat, 20 Desember 2019 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puskesmas Undaan (Foto:Istimewa)

Puskesmas Undaan (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pelayanan kesehatan di Kabupaten Kudus kembali menjadi sorotan. Kali ini kejadian tidak mengenakan di alami oleh Warga Sedukulur Sikep asal Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Faiz Riyandi, salah satu warga Sedulur Sikep yang beralamat di RT 02 RW IV Desa Larikrejo, Undaan mengaku kecewa dengan pelayanan dari Puskesmas di Kecamatan Undaan saat hendak memeriksakan putrinya, Kamis 19/12/2019 sekitar pukul 17.15.

Aji Pitaya Pramudita (2) anak dari Faiz Riyandi menderita sakit diare selama 3 hari dan sudah di periksakan ke Bidan dan Dokter anak.

Karena kondisi putrinya yang tidak kunjung membaik, Faiz membawa putrinya ke Puskesmas Undaan Kidul. Dalam kondisi keluarga yang khawatir dengan kondisi anak balitanya yang sedang sakit, justru petugas yang melayani bersikap kurang baik.

Karena keluarga Faiz belum mempunyai KK dan putrinya Aji Pitaya Pramudita belum mempunyai Akte, pihak Puskesmas menyarankan Pasien di bawa Ke RSUD saja, karena sama-sama mengeluarkan biaya.

Baca Juga :  Petugas Gabungan OKC 2021 Gelar Operasi Yustisi Tes Antigen di Demak

“Kalau tidak punya KK dan BPJS, harus mandiri, membayar sendiri,” Cerita Fais Affandi menirukan perkataan petugas Puskesmas Undaan, saat di temui media di RSUD dr Lukmonohadi, Jum’at 20/12/2019.

Masih menurut Fais, setelah tiga kali gagal memasukkan jarum infus ke putrinya itu, pihak Puskesmas meminta keluarganya membawanya ke rumah sakit, karena sama-sama membayar, tambahnya.

Fais Riyandi, Warga Sedulur Sikep yang mendapatkan pelayanan tidak baik dari Puskesmas Undaan (Foto:Aik)

Bahkan sempat terlontar kalimat yang dirasa cukup kasar, saat dirinya mengaku tidak mempunyai kelengkapan administrasi kependudukan.

“Kamu itu orang apa ? Tidak punya KK,” Ujar Fais.

Atas perlakuan tersebut, dia mengaku, kecewa, termasuk dengan sikap petugas Puskesmas yang dianggap melukai perasaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Joko Dwi Putranto menanggapi keluhan warga sedulur sikep mengungkapkan akan segera menindaklanjutinya.

“Kami sudah berulang kali memberikan pembinaan dan pelatihan terhadap petugas Puskesmas untuk memberikan pelayanan yang baik sekali,” ujarnya. (J02/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru