Apitan Desa Ngemplak, Bupati Hartopo Ajak Masyarakat Maksimalkan Potensi Desa

- Jurnalis

Kamis, 23 Juni 2022 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kudus HM Hartopo melepas balon ke udara (Foto:J02)

Bupati Kudus HM Hartopo melepas balon ke udara (Foto:J02)

Jurnalpantura.id, Kudus – Tradisi Apitan atau Sedekah Bumi merupakan salah satu wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Bupati Kudus Hartopo mengacungi jempol upaya masyarakat menggelar Sedekah Bumi dengan meriah.

Dirinya melihat seluruh warga masyarakat bersatu menyukseskan Apitan. Meskipun begitu, potensi desa harus terus digali dan dimaksimalkan.

“Menggali potensi desa bukan hanya tugas kepala desa. Tapi tugas masyarakat semua. Harus berkontribusi aktif dengan memberi masukan untuk kemajuan desa,” paparnya usai membuka Kirab Budaya Sedekah Bumi/Apitan di Balai Desa Ngemplak. Kamis 23/06/2022.

Masyarakat setempat, lanjutnya, harus berkolaborasi aktif bersama Pemerintah Desa Ngemplak mengembangkan potensi desa. Hartopo menanti inovasi dan terobosan dari Desa Ngemplak.

“Peran masyarakat penting agar desa makin maju. Masyarakat bisa bertukar pikiran apa yang harus ditingkatkan di Desa Ngemplak,” tandasnya.

Sebagai salah satu desa penghasil padi, Hartopo berdoa agar panen kali ini makin sukses. Dirinya mengingatkan masyarakat selalu mengedepankan persatuan dan guyup rukun biar makin berkah.

Baca Juga :  Lepas Merpati Putih, Dua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kudus Deklarasi Kampanye Damai
Desa Ngemplak Undaan menggelar Sedekah Bumi Apitan (Foto:J02)

“Kirab ini kan salah satu wujud syukur atas hasil bumi. Saya doakan hasil panennya seperti yang diharapkan, pokoknya utamakan seduluran nggih,” imbuhnya.

Kepala Desa Ngemplak Safi’i mengungkapkan kirab bisa dilaksanakan dengan meriah berkat gotong royong warga. Dirinya menceritakan, sebelum kirab telah dilaksanakan pameran UMKM selama empat hari. Pelaksanaan mulai 19 sampai dengan 22 Juni 2022. Dirinya menceritakan animo masyarakat cukup besar.

“Sebelumnya kami telah mengadakan pameran UMKM. Alhamdulillah warga antusias, perekonomian juga meningkat,” ucapnya.

Safi’i mengungkapkan peserta kirab akan mengunjungi sejumlah makam leluhur desa kemudian berakhir selametan di hamparan. Kades menyampaikan tradisi ini akan dijadikan sebagai budaya tahunan. Selain sebagai wujud rasa syukur, tradisi apitan dapat mempererat silaturahmi antar warga.

“Semoga di tahun berikutnya lebih meriah dan jadi event tahunan. Momen tradisi Apitan bisa sarana mempererat gotong royong masyarakat,” tutupnya.(J02/A01)

Berita Terkait

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Giring Ganesha Jadi Fotografer Dadakan, Abadikan Penampilan Istri Kenakan Kebaya Kudus dan Caping Kalo
Caping Kalo Nyaris Punah, Kementerian Kebudayaan Siap Kawal Jadi WBTB
670 Penari Lajur Caping Kalo Ukir Rekor MURI Dunia, Budaya Kudus Makin Dikenal
680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:58 WIB

Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Sabtu, 26 September 2026 - 12:29 WIB

Giring Ganesha Jadi Fotografer Dadakan, Abadikan Penampilan Istri Kenakan Kebaya Kudus dan Caping Kalo

Berita Terbaru