Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKK Kudus, dr. Abdul Hakam. (Foto: J05)

Kepala DKK Kudus, dr. Abdul Hakam. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi perhatian di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, seiring kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.

Kelompok anak-anak dan lanjut usia (lansia) dinilai menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam, mengatakan peningkatan angka kesakitan ISPA tidak terlepas dari kondisi lingkungan.

Perubahan cuaca dan kondisi ekstrem dapat memengaruhi daya tahan tubuh sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gangguan kesehatan.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, peningkatan kasus ISPA dilaporkan cukup tinggi dan diperkirakan mencapai sekitar 30 persen. Influenza menjadi salah satu penyakit yang masuk dalam kelompok infeksi saluran pernapasan yang perlu diwaspadai masyarakat.

Meski terdapat peningkatan kasus, kondisi tersebut belum dapat langsung dikaitkan dengan jenis virus influenza tertentu. Menurut Hakam, diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah infeksi yang terjadi disebabkan oleh influenza tipe A, tipe B, maupun jenis lainnya.

“Untuk menentukan itu influenza jenis tipe A, B dan sebagainya itu harus dikultur dengan pemeriksaan DNA untuk memastikan jenis influenza. Pemeriksaannya harus dikirim ke Bandung,” ujar dr. Hakam, Rabu, 23/9/2026.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat terutama orang tua yang memiliki anak kecil dan keluarga yang merawat lansia diminta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.

Baca Juga :  Patuhi Permenkes, Mulai Senin Depan Pasien BPJS Hanya Bisa Naik Satu Tingkat

Cuaca ekstrem dinilai dapat meningkatkan risiko dehidrasi yang berpotensi membuat kondisi tubuh lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.

“Kalau kita rekomendasikan kepada masyarakat, perbanyak minum pada anak-anak dan orang tua, terutama orang sepuh karena risikonya akan cukup memberatkan,” katanya.

Untuk lansia dalam kondisi normal, kebutuhan cairan dapat mencapai lebih dari dua liter per hari. Namun, jumlah tersebut perlu disesuaikan apabila lansia memiliki kondisi medis tertentu yang mengharuskan adanya pembatasan asupan cairan.

Pembatasan cairan terutama perlu diperhatikan pada lansia yang memiliki penyakit seperti gangguan ginjal atau jantung. Karena itu, kebutuhan minum sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

Sementara pada anak-anak, menjaga daya tahan tubuh juga dapat dilakukan melalui vaksinasi influenza, terutama bagi mereka yang berusia lebih dari enam bulan.

Hakam menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan kondisi berat yang mengarah pada dugaan penyakit influenza jenis tertentu. Penanganan dan pemeriksaan masih dilakukan sesuai rekomendasi pemerintah pusat dan dinas kesehatan terkait.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kecukupan cairan, pola makan, dan kebersihan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Kudus Jadi Magnet Persalinan, Lebih dari 1.000 Ibu Datang dari Luar Daerah
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru