Jurnalpantura.id, Kudus – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi perhatian di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, seiring kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
Kelompok anak-anak dan lanjut usia (lansia) dinilai menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam, mengatakan peningkatan angka kesakitan ISPA tidak terlepas dari kondisi lingkungan.
Perubahan cuaca dan kondisi ekstrem dapat memengaruhi daya tahan tubuh sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gangguan kesehatan.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, peningkatan kasus ISPA dilaporkan cukup tinggi dan diperkirakan mencapai sekitar 30 persen. Influenza menjadi salah satu penyakit yang masuk dalam kelompok infeksi saluran pernapasan yang perlu diwaspadai masyarakat.
Meski terdapat peningkatan kasus, kondisi tersebut belum dapat langsung dikaitkan dengan jenis virus influenza tertentu. Menurut Hakam, diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah infeksi yang terjadi disebabkan oleh influenza tipe A, tipe B, maupun jenis lainnya.
“Untuk menentukan itu influenza jenis tipe A, B dan sebagainya itu harus dikultur dengan pemeriksaan DNA untuk memastikan jenis influenza. Pemeriksaannya harus dikirim ke Bandung,” ujar dr. Hakam, Rabu, 23/9/2026.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat terutama orang tua yang memiliki anak kecil dan keluarga yang merawat lansia diminta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.
Cuaca ekstrem dinilai dapat meningkatkan risiko dehidrasi yang berpotensi membuat kondisi tubuh lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.
“Kalau kita rekomendasikan kepada masyarakat, perbanyak minum pada anak-anak dan orang tua, terutama orang sepuh karena risikonya akan cukup memberatkan,” katanya.
Untuk lansia dalam kondisi normal, kebutuhan cairan dapat mencapai lebih dari dua liter per hari. Namun, jumlah tersebut perlu disesuaikan apabila lansia memiliki kondisi medis tertentu yang mengharuskan adanya pembatasan asupan cairan.
Pembatasan cairan terutama perlu diperhatikan pada lansia yang memiliki penyakit seperti gangguan ginjal atau jantung. Karena itu, kebutuhan minum sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Sementara pada anak-anak, menjaga daya tahan tubuh juga dapat dilakukan melalui vaksinasi influenza, terutama bagi mereka yang berusia lebih dari enam bulan.
Hakam menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan kondisi berat yang mengarah pada dugaan penyakit influenza jenis tertentu. Penanganan dan pemeriksaan masih dilakukan sesuai rekomendasi pemerintah pusat dan dinas kesehatan terkait.
Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kecukupan cairan, pola makan, dan kebersihan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan. (J05/A01)










