Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Kasus HIV yang menjangkit anak. (Foto: AI)

Ilustrasi. Kasus HIV yang menjangkit anak. (Foto: AI)

Jurnalpantura.id, Kudus – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kudus mencatat temuan yang mengkhawatirkan setelah mendapati dua kasus infeksi HIV yang menyerang anak di bawah usia 17 tahun sepanjang bulan Agustus 2026.

Temuan baru ini langsung memicu perhatian serius dari berbagai pihak, terutama karena salah satu dari anak yang terinfeksi tersebut bahkan telah jatuh ke dalam fase AIDS yang memerlukan penanganan medis intensif.

Kondisi tersebut terungkap ketika sang anak menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan menyeluruh menjelang tindakan operasi medis, di mana tim dokter menemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening yang mencurigakan.

Manager Kasus HIV/AIDS KPA Kudus, Eni Mardiyanti, mengungkapkan bahwa situasi ini berbanding terbalik dengan catatan bulan Juni 2026 yang sama sekali tidak menemukan adanya kasus infeksi HIV pada anak-anak di Kudus.

“Di bulan Agustus kemarin ada dua, dua temuan kasus anak. Kalau dia temuannya di usia 16 tahun, tidak mungkin keturunan, karena ibunya negatif,” ujar Eni saat memberikan keterangan resmi, Selasa, 22/9/2026.

Baca Juga :  Renovasi Tiga Gedung, RSUD Kudus Dapat Kucuran Anggaran Rp 13 Miliar

Eni menjelaskan bahwa penularan virus dari ibu kepada anak sebenarnya mempunyai peluang pencegahan melalui serangkaian intervensi medis, seperti pengobatan rutin, prosedur persalinan khusus, serta menghindari pemberian ASI.

“Jadi, kalau anak usia 16 tahun ini positif HIV, sudah pasti faktor risikonya adalah melakukan hubungan seks berisiko,” tegas Eni.

Ia juga mengedukasi terkait perbedaan mendasar antara HIV dan AIDS, di mana HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sementara AIDS adalah stadium lanjut ketika sistem imun sudah rusak parah.

“Nah, dalam satu kondisi, salah satu anak ini sudah fase AIDS. Karena ada pembesaran di leher atau limfadenopati itu loh,” ungkap Eni.

Menyikapi darurat kesehatan ini, KPA Kabupaten Kudus berkomitmen untuk terus menggencarkan edukasi kesehatan reproduksi serta pencegahan penyakit menular seksual yang menyasar kelompok usia remaja secara lebih masif dan terarah. (J05A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Kudus Jadi Magnet Persalinan, Lebih dari 1.000 Ibu Datang dari Luar Daerah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru