Jurnalpantura.id, Kudus – Sebanyak 150 peserta dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Merdeka Cup yang digelar Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati Masyarakat Madura Kabupaten Kudus.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Kota Kudus, Ahad 02/08/2026, tidak hanya menjadi ajang adu strategi di atas papan catur, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan memperkenalkan keberadaan paguyuban kepada masyarakat.
Ketua Paguyuban Pedagang Warung Madura sekaligus Ketua Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati Masyarakat Madura Kabupaten Kudus, Asim, mengatakan turnamen tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.
Menurut Asim, antusiasme peserta cukup tinggi. Selain berasal dari Kabupaten Kudus, peserta juga datang dari sejumlah daerah lain seperti Pati, Rembang, hingga Semarang. Keikutsertaan peserta lintas daerah tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu menarik perhatian komunitas pecinta catur di wilayah Karesidenan Pati.
“Peserta yang ikut sekitar 150 orang. Ada dari Kudus sendiri, kemudian dari Pati, Rembang, bahkan Semarang juga ikut berpartisipasi,” ujar Asim.
Ia menjelaskan, Turnamen Catur Merdeka Cup mempertandingkan tiga kategori, yakni kategori umum non-master, kategori anggota organisasi kemasyarakatan (ormas), serta kategori junior tingkat SD dan SMP. Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp6 juta bagi para peserta yang berhasil meraih prestasi.
Asim menyebut, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat Madura di Kudus untuk membangun komunikasi dan kebersamaan dengan berbagai kelompok masyarakat lainnya.
“Tujuan utama kami memperkenalkan paguyuban kepada masyarakat. Jadi keberadaan paguyuban ini bukan hanya sebagai wadah internal, tetapi juga bisa memberikan manfaat dan menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitar,” jelasnya.
Ia menambahkan, Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati saat ini memiliki sekitar 114 anggota yang tersebar di Kabupaten Kudus. Ke depan, pihaknya terus membuka ruang bagi warga Madura yang ingin bergabung dan bersama-sama membangun hubungan yang harmonis di wilayah Kudus.
Menurut Asim, keberadaan paguyuban juga menjadi wadah untuk menjaga kebersamaan sekaligus membantu warga Madura yang membutuhkan informasi maupun pendampingan. Ia berharap seluruh anggota dapat saling terbuka dan menjaga sikap positif di tengah masyarakat.
“Kami ingin dengan adanya paguyuban ini bisa menjadi tempat untuk berbuat kebaikan dan memberikan manfaat, baik bagi masyarakat Madura maupun masyarakat Kudus secara umum,” ungkapnya.
Selain memperkuat silaturahmi, Asim menegaskan paguyuban juga berupaya menjaga hubungan yang baik dengan pelaku usaha lokal. Salah satunya dengan mengatur keberadaan pedagang Warung Madura agar tidak terjadi persaingan usaha yang kurang sehat.
“Kami ingin semuanya berjalan seimbang. Karena itu, kami mengatur jarak antarpedagang agar tidak saling berbenturan dengan usaha lokal maupun sesama anggota,” katanya.
Melalui kegiatan seperti Turnamen Catur Merdeka Cup, Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati berharap hubungan antara warga Madura dan masyarakat Kudus semakin erat.
Kegiatan sosial dan kebersamaan semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan sebagai bentuk kontribusi positif bagi daerah. (J02/A01)










