Jurnalpantura.id, Kudus – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa kasus bullying atau perundungan di lingkungan pendidikan tidak hanya terjadi pada siswa, tetapi juga menimpa para guru.
Fenomena ini dinilai perlu mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih luas di dunia pendidikan.
Menurut Sam’ani, upaya menekan angka perundungan di sekolah tidak boleh hanya difokuskan pada peserta didik.
Tenaga pendidik dan kependidikan juga harus mendapatkan perlindungan yang sama dari berbagai bentuk tindakan tidak menyenangkan, termasuk tekanan dari pihak internal lembaga.
Ia pun mengingatkan para kepala sekolah maupun pemegang jabatan tinggi di lingkungan pendidikan agar tidak menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki.
Sikap arogan dan kebijakan yang semena-mena dinilai dapat memicu terjadinya perundungan, terutama terhadap guru.
“Ternyata bullying tidak hanya terjadi ke anak-anak, tetapi juga bisa ke guru. Ini juga kita antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Sam’ani saat menghadiri Sosialisasi Perundungan melalui Media Film di Bioskop NSC Kudus, Rabu, 1/3/2026.
Sam’ani mengakui bahwa kasus perundungan masih ditemukan di sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus. Untuk itu, ia mendorong adanya pengawasan lebih ketat, salah satunya dengan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di berbagai titik strategis di lingkungan sekolah.
“Biar dipantau, setiap kelas ada CCTV, di pojok kantin ada CCTV, untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi potensi tindakan perundungan baik terhadap siswa maupun guru.
Selain itu, Pemkab Kudus juga berencana menggandeng Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kudus untuk memperkuat perlindungan terhadap guru.
Ia juga mendorong adanya layanan pengaduan atau “wadul” agar para guru dapat melaporkan jika mengalami perlakuan tidak adil.
Lebih lanjut, berbagai upaya pencegahan telah dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Sosial P3AP2KB dan Polres Kudus.
Ke depan, inovasi seperti pemanfaatan media digital, termasuk pemutaran film bertema cyberbullying, diharapkan dapat mendukung terwujudnya target zero bullying di Kabupaten Kudus. (J05/A01)










