Wacana Enam Hari Sekolah di Jateng, Begini Tanggapan Mendikdasmen

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti. (Foto: J05)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Wacana penerapan sekolah enam hari di jenjang SMA/SMK sederajat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mencuri perhatian publik.

Rencana tersebut memicu diskusi luas di berbagai kalangan, mulai dari orang tua siswa, tenaga pendidik, hingga pemerhati pendidikan.

Sebagian pihak mendukung, namun tidak sedikit pula yang menolak wacana tersebut karena dianggap berpotensi menambah beban siswa.

Menanggapi polemik yang berkembang, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Muti, menegaskan bahwa pemerintah pusat hanya mengatur durasi total pembelajaran dalam satu pekan.

Ia menekankan bahwa aturan tersebut tidak mengikat pola pembagian hari belajar, apakah dilakukan dalam lima hari maupun enam hari.

“Pada prinsipnya yang kita atur itu lama belajar dalam sepekan, itu harus sesuai dengan ketentuan,” jelas Mu’ti saat kunjungan kerja di Kabupaten Kudus, Jumat, 21/11/2025.

Abdul Muti menjelaskan bahwa implementasi teknis terkait pembagian hari sekolah sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa daerah berhak menentukan model yang paling sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik di wilayahnya.

Baca Juga :  19 Kedai Balita Si Cantik Beroperasi di Kudus, Hadirkan MPASI untuk Cegah Stunting

“Dari situ nantinya mau diterapkan dalam lima hari atau enam hari itu sesuai dengan kebijakan Pemda, karena pada prinsipnya kami hanya mengatur lamanya pembelajaran dalam seminggu,” tambahnya.

Sementara itu, Pemprov Jateng mengungkapkan bahwa wacana penambahan hari sekolah didorong oleh kebutuhan pengawasan terhadap kegiatan siswa pada akhir pekan.

Dengan kegiatan sekolah yang berlangsung enam hari, diharapkan waktu luang siswa dapat lebih terarah sehingga risiko aktivitas negatif dapat diminimalisir.

Kebijakan ini rencananya akan diterapkan mulai semester depan tahun 2026 di seluruh SMA/SMK sederajat di Jawa Tengah.

Meski demikian, berbagai pihak tetap meminta agar pemerintah mempertimbangkan dampak terhadap kesehatan mental dan fisik siswa mengingat waktu istirahat mereka dikhawatirkan berkurang.

Polemik seputar wacana sekolah enam hari ini turut menjadi sorotan akademisi dan pemerhati pendidikan.

Mereka mendorong agar pemerintah melakukan kajian komprehensif dan menyertakan masukan dari orang tua, guru, hingga siswa sendiri, sebelum kebijakan tersebut benar-benar diberlakukan. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:01 WIB

148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru