Seks Menyimpang, 48 Laki-Laki di Kudus Dilaporkan Positif HIV/AIDS

- Jurnalis

Jumat, 1 Desember 2023 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Skrining HIV/AIDS di Kabupaten Kudus. (Foto:J05)

Ilustrasi, Skrining HIV/AIDS di Kabupaten Kudus. (Foto:J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Upaya penanganan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kudus terus dilakukan secara masif. Baik itu melalui skrining dini maupun  kegiatan penyuluhan kepada seluruh elemen masyarakat.

Aktivis HIV/AIDS di Kabupaten Kudus, Eni Mardiyanti menyebut bahwa jumlah kasus positif Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak terlalu meningkat tajam. Hingga November 2023, tercatat ada sebanyak 134 kasus poistif HIV/AIDS.

“87 kasus itu yang terinfeksi adalah laki-laki, dan 47 lainnya itu perempuan,” kata Eni, saat ditemui usai kegiatan skrining dan penyuluhan dalam rangka Hari AIDS Sedunia di Kantor Kemenag Kudus, Jumat (1/12/2023).

Namun, mirisnya untuk kasus tren homo seksual atau seks sesama jenis di kalangan remaja dan dewasa laki-laki mengalami peningkatan. Eni membeberkan bahwa tahun ini, 48 laki-laki usia 16-27 tahun positif HIV/AIDS.

“Dan itu faktor resikonya karena laki-laki seks laki-laki atau homo seksual. Karena seks menyimpang,” tuturnya.

Hal ini menjadi perhatian yang serius, sebab tiap tahunnya kasus positif HIV/AIDS selalu didominasi oleh kalangan laki-laki. Berdasarkan data yang Eni miliki, tahun 2022 lalu, totalada 188 kasus positif HIV/AIDS di Kudus.

Baca Juga :  Renovasi Puskesmas Jekulo Dikebut, Pemkab Kudus Perkuat Layanan Kesehatan Wilayah Timur

“129 kasus itu dialami oleh laki-laki, sedangkan 59 temuan lainnya itu perempuan,” jelasnya.

Begitupun yang terjadi di tahun 2021, dimana ada 125 kasus positif HIV/AIDS yang terdiri dari 85 kasus dialami oleh laki-laki dan 40 kasus oleh perempuan. Serta di tahun 2020, ada 130 kasus yang 88 kasus diantaranya adalah laki-laki.

“Upaya kita adalah suluh kepahaman terhadap masyarakat harus masif, karena remaja kita tahu keingintahuan mereka, terus aplikasi seks di HP kan mudah diakses,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Kudus, Darsono menyampaikan, kegiatan penyuluhan dilakukan, dengan harapan agar seluruh masyarakat mendapatkan skrining awal tentang HIV/AIDS.

“Harapan kami semua bisa tertangani secara kontinyu, jadi mereka ini nantinya akan menjadi agen yang akan menyebarkan edukasi tentang HIV/AIDS di lingkungannya masing-masing,” katanya. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 179 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru