Jurnalpantura.id, Rembang – Bersepeda biasanya bertujuan untuk berolahraga atau menyehatkan badan. Namun ada komunitas sepeda di Kabupaten Rembang yang bernama Mak Jejanggik membuatnya lebih dari sekedar berolahraga, melainkan memiliki nilai sosial.
Salah satu pendiri Mak Jejanggik, Herry Martono menceritakan awal terbentuknya komunitas ini ternyata tiba- tiba seperti nama komunitasnya yang jika dibahasa Indonesiakan “Mak Jejanggik” bisa diartikan “secara tiba tiba” (terbentuk).
Semula awal terbentuk pada tahun 2020 ini hanya ada dirinya dan satu sahabatnya Dimas Totok yang rutin bersepeda berdua dengan membagikan sarapan gratis kepada para Dhuafa setiap Sabtu pagi. Namun lama – kelamaan banyak pesepeda yang minat bergabung dan saat ini ada 20an orang.
“Dari yang awalnya cuma menyisihkan sedikit rejeki dari orang, kini lebih banyak orang dan dijadikan satu. Tak hanya anggota, ternyata kegiatan positif ini banyak yang mendukung, ada orang dari luar kota bahkan luar provinsi yang ikut menitipkan rejekinya untuk disumbangkan melalui kami, ” kata Herry Martono, Senin 09/11/2020.
Lebih lanjut, Heri yang juga seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Rembang itu mengatakan konsep pengumpulan donasi dibuat dengan menjual kaos dengan desain Mak Jeganggik. Dimana seluruh keuntungannya akan digunakan untuk sedekah.
“Alhamdulillah antusiasmenya sangat luar biasa. Sudah 5 gelombang produksi kaos yg pesanannya diangka 50 pesanan lebih, ” imbuhnya.
Uang yang terkumpul kemudian diwujudkan berbagai bentuk bantuan, tergantung siapa sasarannya. Terkadang sembako, uang dari masing- masing angggota dan pernah juga kasur untuk penyandang disabilitas.
Yang terbaru mereka memberikan kejutan mengharukan untuk seorang nenek bernama Kasiati yang tinggal sendirian di rumah yang bahkan tanahnya milik Desa Pandan Kecamatan Pancur. Lansia sebatang kara yang menempati rumah berdinding bambu atau “gedhek” itu diberikan seekor kambing oleh Mak Jejanggik belum lama ini.
“Kami sepakat membelikan kambing waktu itu. Karena mbah Kasiati ini sehari- hari kerja menggembala kambing milik tetangga dengan upah seikhlasnya. Harapannya kambing gibas itu nanti bisa beranak pinak untuk bantu ekonomi mbah Kasiati, ” tuturnya.
Pria yang akrab disapa Herry Marco itu berharap kegiatan yang dilakukan Mak Jejanggik bisa menjadi inspirasi bagi klub- klub sepeda khususnya dan komunitas lain pada umumnya. Menurutnya berkomunitas
jika memiliki manajemen yang baik maka bisa bermanfaat bagi orang banyak dan membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan seperti slogan Mak Jejanggik ” Bersepedah-Bersedekah-Berfaedah “. (J02/A01)










