610 Siswa SMP di Kudus Bersaing dalam OSN 2026, Perebutkan Tiket ke Tingkat Provinsi

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) secara daring di SMPN 1 Jati, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) secara daring di SMPN 1 Jati, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.di, Kudus – Sebanyak 610 siswa dari 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kudus mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten yang digelar secara daring, Kamis, 11/6/2026.

Ratusan peserta tersebut bersaing untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang akademik sekaligus memperebutkan kesempatan melaju ke jenjang yang lebih tinggi.

Kompetisi tahun ini mempertandingkan tiga bidang lomba, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dari total peserta, sebanyak 204 siswa mengikuti bidang Matematika, 207 siswa mengikuti IPA, dan 199 siswa di bidang IPS.

Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Maulana Majid mengatakan bahwa setiap sekolah diberikan keleluasaan untuk mengirimkan lebih dari satu peserta pada masing-masing cabang lomba sesuai hasil seleksi internal yang dilakukan sekolah.

“Biasanya sekolah mengadakan seleksi internal terlebih dahulu sebelum mengirimkan peserta ke tingkat kabupaten. Setiap sekolah boleh mengirim lebih dari satu peserta atau tidak mengikutkan siswa pada mata pelajaran tertentu,” ujarnya.

Menurut Majid, OSN merupakan salah satu ajang akademik paling prestisius bagi siswa SMP. Para peserta terbaik nantinya akan melanjutkan persaingan ke tingkat Provinsi Jawa Tengah sebelum berkesempatan tampil pada tingkat nasional.

Meski tidak bersifat wajib, Disdikpora Kudus tetap mendorong seluruh sekolah untuk berpartisipasi. Keikutsertaan dalam OSN dinilai mampu menjadi indikator kualitas pembelajaran dan pembinaan akademik yang dilakukan sekolah terhadap para siswanya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Soroti Kasus PKL di Kudus, Dorong Penegakan Perda Lebih Humanis dan Edukatif

Selain itu, prestasi yang diraih dalam OSN juga berpotensi memberikan manfaat bagi sekolah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan disebut akan memberikan tambahan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Prestasi bagi sekolah yang siswanya berhasil meraih capaian terbaik hingga tingkat tertentu.

“Kalau siswa bisa lolos dan berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional, sekolah berpeluang memperoleh BOS Prestasi sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah,” kata Majid.

Tak hanya berdampak bagi sekolah, sertifikat dan piagam penghargaan yang diperoleh siswa juga dapat dimanfaatkan sebagai nilai tambah saat melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.

Dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, bobot prestasi ditetapkan sebesar 5 persen, sementara nilai rapor 45 persen dan Tes Kemampuan Akademik 50 persen.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Jati, Sumaryatun, menyampaikan bahwa sekolahnya mengirimkan lima siswa untuk mengikuti OSN tahun ini. Ia berharap seluruh peserta mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama sekolah maupun Kabupaten Kudus.

“Pelaksanaan dilakukan di sekolah masing-masing, namun pengawas berasal dari sekolah lain. Kami berharap para siswa dapat meraih prestasi maksimal dan melangkah ke tahap berikutnya,” tuturnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:01 WIB

148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru