Jurnalpantura.di, Kudus – Sebanyak 610 siswa dari 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kudus mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten yang digelar secara daring, Kamis, 11/6/2026.
Ratusan peserta tersebut bersaing untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang akademik sekaligus memperebutkan kesempatan melaju ke jenjang yang lebih tinggi.
Kompetisi tahun ini mempertandingkan tiga bidang lomba, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dari total peserta, sebanyak 204 siswa mengikuti bidang Matematika, 207 siswa mengikuti IPA, dan 199 siswa di bidang IPS.
Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Maulana Majid mengatakan bahwa setiap sekolah diberikan keleluasaan untuk mengirimkan lebih dari satu peserta pada masing-masing cabang lomba sesuai hasil seleksi internal yang dilakukan sekolah.
“Biasanya sekolah mengadakan seleksi internal terlebih dahulu sebelum mengirimkan peserta ke tingkat kabupaten. Setiap sekolah boleh mengirim lebih dari satu peserta atau tidak mengikutkan siswa pada mata pelajaran tertentu,” ujarnya.
Menurut Majid, OSN merupakan salah satu ajang akademik paling prestisius bagi siswa SMP. Para peserta terbaik nantinya akan melanjutkan persaingan ke tingkat Provinsi Jawa Tengah sebelum berkesempatan tampil pada tingkat nasional.
Meski tidak bersifat wajib, Disdikpora Kudus tetap mendorong seluruh sekolah untuk berpartisipasi. Keikutsertaan dalam OSN dinilai mampu menjadi indikator kualitas pembelajaran dan pembinaan akademik yang dilakukan sekolah terhadap para siswanya.
Selain itu, prestasi yang diraih dalam OSN juga berpotensi memberikan manfaat bagi sekolah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan disebut akan memberikan tambahan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Prestasi bagi sekolah yang siswanya berhasil meraih capaian terbaik hingga tingkat tertentu.
“Kalau siswa bisa lolos dan berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional, sekolah berpeluang memperoleh BOS Prestasi sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah,” kata Majid.
Tak hanya berdampak bagi sekolah, sertifikat dan piagam penghargaan yang diperoleh siswa juga dapat dimanfaatkan sebagai nilai tambah saat melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.
Dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, bobot prestasi ditetapkan sebesar 5 persen, sementara nilai rapor 45 persen dan Tes Kemampuan Akademik 50 persen.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Jati, Sumaryatun, menyampaikan bahwa sekolahnya mengirimkan lima siswa untuk mengikuti OSN tahun ini. Ia berharap seluruh peserta mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama sekolah maupun Kabupaten Kudus.
“Pelaksanaan dilakukan di sekolah masing-masing, namun pengawas berasal dari sekolah lain. Kami berharap para siswa dapat meraih prestasi maksimal dan melangkah ke tahap berikutnya,” tuturnya. (J05/A01)










