Tujuh SMP Lolos Administrasi Lomba Sekolah Sehat Kabupaten Kudus 2026

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visitasi lomba sekolah sehat di SMPN 1 Jati, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Visitasi lomba sekolah sehat di SMPN 1 Jati, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Sebanyak tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) berhasil lolos tahap administrasi dalam Lomba Sekolah Sehat tingkat Kabupaten Kudus Tahun 2026. Sebelumnya, terdapat sekitar 12 sekolah yang mengikuti seleksi pada ajang tahunan tersebut.

Tujuh sekolah yang dinyatakan melaju ke tahap berikutnya yakni SMPN 1 Mejobo, SMPN 4 Bae, SMPN 2 Jekulo, SMP Muhammadiyah 1 Kudus, SMPN 1 Kaliwungu, SMPN 1 Jati, dan SMPN 2 Jati.

Seluruh sekolah tersebut kini menjalani proses visitasi dan verifikasi lapangan oleh tim penilai.

Kunjungan lapangan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pada Kamis, 11/6/2026, tim penilai melaksanakan visitasi di SMPN 1 Jati untuk melihat secara langsung penerapan program kesehatan di lingkungan sekolah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Edi Kusworo, mengatakan bahwa Lomba Sekolah Sehat bertujuan membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan sehat sejak usia dini.

“Lomba ini digelar untuk menumbuhkan kebiasaan baik dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah,” ujarnya saat kegiatan penilaian.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah aspek yang menjadi fokus penilaian, di antaranya manajemen kesehatan sekolah, pendidikan kesehatan, kondisi lingkungan sekolah yang sehat, hingga pelayanan kesehatan seperti keberadaan dan fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Baca Juga :  Apresiasi Djarum Foundation dan Pemkab Semarang Beri Hadiah Bagi Peserta Vaksinasi

Menurut Edi, proses penilaian melibatkan berbagai unsur lintas sektor agar hasil yang diperoleh lebih objektif dan komprehensif.

“Untuk tim penilai ada empat komponen, dan kita bekerja sama dengan lintas sektor, ada dari Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama,” katanya.

Lomba Sekolah Sehat sendiri rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan kepada satuan pendidikan. Melalui kompetisi tersebut, sekolah diharapkan semakin termotivasi untuk menerapkan berbagai program kesehatan secara berkelanjutan.

“Jadi biar semangat dan antusias, pembinaan ke sekolah ini kita kemas dalam sebuah lomba,” tutur Edi.

Ia menambahkan, setelah proses visitasi selesai, masing-masing sekolah akan menerima catatan dan masukan dari tim penilai sebagai bahan evaluasi dan perbaikan.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Jati, Sumaryatun, menyampaikan bahwa budaya hidup bersih dan sehat telah menjadi kebiasaan yang terus ditanamkan kepada siswa.

“Jadi untuk cuci tangan saja itu ada gerakannya, tidak hanya yang penting kena air dan sabun, itu juga kita ajarkan dan biasakan kepada anak,” ujarnya.

Selain itu, sekolah juga membiasakan siswa untuk memilah dan membuang sampah dengan benar guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru