Jurnalpantura.id, Kudus – Proyek perbaikan 47 sekolah rusak di Kabupaten Kudus yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai sekitar Rp13 miliar hingga pertengahan Agustus 2026 belum memasuki tahap pengerjaan fisik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho membenarkan bahwa pekerjaan fisik rehab sekolah belum dimulai. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci penyebab proyek tersebut belum berjalan hingga saat ini.
“Rehab belum (dilaksanakan pengerjaan fisik),” ujar Anggun saat dikonfirmasi, Kamis, 13/8/2026.
Padahal, program tersebut telah dialokasikan untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di 47 sekolah yang terdiri dari 40 Sekolah Dasar (SD) dan 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Perbaikan mencakup sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan.
Sebelumnya, Anggun menyebut kenaikan harga material bangunan menjadi salah satu faktor yang membuat pelaksanaan proyek rehab sekolah mengalami keterlambatan. Meski demikian, Disdikpora Kudus memastikan pekerjaan tetap ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.
Besaran anggaran untuk setiap sekolah berbeda-beda. Secara umum, anggaran rehab berada di kisaran Rp200 juta hingga Rp400 juta untuk pekerjaan jamban maupun ruang kelas. Selain itu, terdapat sejumlah pekerjaan perbaikan toilet dengan nilai anggaran di bawah Rp100 juta.
“Ada yang kecil di bawahnya Rp100 juta untuk perbaikan toilet tapi tidak banyak. Rata-rata proyek perbaikan di 2026 ini ada jamban dan ruang kelas,” jelas Anggun.
Ia menambahkan, perbaikan fasilitas pendidikan akan terus dilakukan secara bertahap karena jumlah sekolah yang membutuhkan penanganan masih ditemukan setiap tahun.
Namun, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala sehingga seluruh sekolah rusak belum dapat diperbaiki secara bersamaan.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus, Mardijanto mengatakan keterlambatan pelaksanaan fisik proyek rehab sekolah tidak perlu menjadi persoalan selama pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditentukan.
Mardijanto menyebut proyek rehab sekolah yang dibiayai APBD tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada pekan depan. Ia menegaskan penyelesaian pekerjaan menjadi hal utama agar perbaikan fasilitas pendidikan dapat segera dimanfaatkan.
“Yang (perbaikan sekolah rusak) dari APBD, minggu depan mulai. Yang penting sesuai harapan pertengahan Desember selesai semua,” ujar Mardijanto. (J05/A01)










