1500 Lampion Meriahkan Festival Seni Budaya Jepara

- Jurnalis

Senin, 12 Agustus 2024 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1500 lampion ramaikan festival di Jepara.

1500 lampion ramaikan festival di Jepara.

Jurnalpantura.id, Jepara – Festival Seni Budaya Jepara menampilkan 1.500 lentera lampion yang menerangi langit malam dan menciptakan pemandangan spektakuler serta dihadiri ribuan pengunjung.

Selain itu juga terdapat pertunjukan teatrikal Ratu Kalinyamat, atraksi sepak bola api dari Desa Kawak, Perang Obor Desa Tegalsambi, serta teatrikal Ratu Kalinyamat.

Pertunjukan musik, bazar UMKM, dan kuliner khas Jepara yang akan menambah keseruan festival. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pantai Tirta Samudra Bandengan, Sabtu malam (10/8/2024).

Acara ini digagas Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Disparbud yang berkolaborasi dengan komunitas budaya, masyarakat, dan Insan Pariwisata Indonesia (IPI).

Unjuk gigi penari memukau mata masyarakat yang menyaksikan.

Pj. Bupati Jepara Edy Supriyanta mengatakan, malam ini kita bukan semata-mata menerbangkan lampion. Lebih dari itu, kita juga akan menerbangkan harapan, citacita dan do’a untuk kemajuan dan kesejahteraan Jepara.

“Jadikan lampion yang nanti kita terbangkan sebagai simbol kepedulian masyarakat Jepara, serta do’a dan harapan untuk kemajuan Jepara tercinta,”jelasnya.

Baca Juga :  Witiarso Utomo, Berawal dari Penjual Ikan Kini Terpilih Jadi Bupati Jepara

Menurut Edy Supriyanta, budaya lokal yang dipentaskan pada malam ini harus dilaksanakan secara periodik. Termasuk kesenian budaya yang ada di setiap desa. Tujuannya untuk menarik wisatawan dan juga menggeliatkan UMKM di Jepara.

“Selain menghibur masyarakat, budaya lokal Jepara harus ditampilkan setiap bulan sekali. Semoga berdampak pada kunjungan wisatawan dan meningkatkan perekonomian warga,”ucapnya.

Lampion-lampion yang diterbangkan di Pantai Bandengan, menggunakan bahan ramah lingkungan dan tidak berbahaya.

“Biasanya lampion yang digunakan dari bahan plastik, kali ini bahannya dari dasar kertas. Sehingga mudah terbakar dan aman,” kata PJ Bupati Jepara.

Pada kesempatan itu, dihadiri Forkompinda, Kepala Perangkat Daerah, Insan Pariwisata, serta dipenuhi masyarakat Jepara. (J07/A01)

Berita Terkait

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477
Kudus Fashion on the Street Meriah, Produk Fesyen Lokal Jadi Sorotan
Musthofa Ingatkan Generasi Muda: Pancasila Bukan Sekadar Hafalan
Sabtu Besok, CFN dan Karnaval Budaya Hari Jadi Kudus Bakal Padati Kawasan Simpang Tujuh
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:58 WIB

Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Senin, 21 September 2026 - 16:12 WIB

680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477

Berita Terbaru