1.500 Anak di Kudus Masih Tak Sekolah, Sam’ani Minta Data Disisir dan Segera Diintervensi

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat koordinasi urusan pendidikan, kesehatan, dan sosial yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin, 7/9/2026. (Foto: J05)

Rapat koordinasi urusan pendidikan, kesehatan, dan sosial yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin, 7/9/2026. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Persoalan anak tidak sekolah (ATS) masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Data sementara menunjukkan sekitar 1.500 anak di wilayah tersebut belum mengenyam pendidikan formal.

Persoalan itu kembali dibahas dalam rapat koordinasi urusan pendidikan, kesehatan, dan sosial yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin, 7/9/2026.

Dalam forum tersebut, Pemkab Kudus menyoroti perlunya langkah konkret untuk menekan jumlah anak yang belum mendapatkan akses pendidikan.

Anak yang masuk dalam kategori tidak sekolah tersebut tidak hanya mereka yang putus sekolah. Kategori itu juga mencakup anak yang tidak melanjutkan pendidikan atau tidak mau bersekolah, hingga anak yang sama sekali belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyebut angka sekitar 1.500 anak tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan. Pasalnya, masih terdapat data yang perlu diverifikasi untuk memastikan status dan kondisi masing-masing anak.

“Makanya dari data anak yang tidak sekolah tadi, dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Dinas PMD kami minta untuk menyisir lagi yang menjadi faktor anak tidak sekolah itu apa,” kata Sam’ani.

Menurutnya, pendataan dan verifikasi harus dilakukan terlebih dahulu sebelum pemerintah menentukan langkah penanganan.

Pemerintah perlu mengetahui secara pasti kondisi anak, termasuk memastikan apakah mereka memang tidak bersekolah atau terdapat persoalan lain yang membuat mereka masuk dalam data ATS.

Baca Juga :  Trial Tour D Macan Muria, Pelatih dan Pemain Persiku Puji New Ndoro Stadium

Dari proses penyisiran tersebut, Pemkab Kudus diharapkan dapat mengetahui akar persoalan yang membuat seorang anak tidak sekolah. Faktor tersebut bisa berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga, persoalan sosial, lingkungan keluarga, maupun faktor lainnya.

Setelah penyebab diketahui, pemerintah dapat memberikan intervensi sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Sam’ani menegaskan, penanganan tidak cukup hanya dengan mendata, tetapi harus dilanjutkan dengan upaya agar anak-anak tersebut dapat kembali memperoleh akses pendidikan.

“Karena kan ada program banyak sekali, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), ada dukungan dari Baznas, maupun dari LazisNU dan LazisMU. Kita lakukan intervensi agar anak-anak bisa sekolah,” tuturnya.

Sam’ani juga menekankan pentingnya keterlibatan Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan di sembilan kecamatan serta pengawas sekolah dalam proses penelusuran.

Mereka diharapkan dapat membantu menemukan anak tidak sekolah sekaligus mendorong adanya intervensi di lapangan.

Ia berharap sinergi antarorganisasi perangkat daerah, Korwil Pendidikan, pengawas sekolah, hingga lembaga pemberi bantuan dapat menekan angka anak tidak sekolah di Kudus.

Sebab, setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan belajar dan memperoleh pendidikan demi masa depan mereka. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru