Jurnalpantura.id, Kudus – Pasca perayaan Hari Raya Idulfitri, kondisi Kabupaten Kudus dipastikan tetap aman dan terkendali. Pemerintah Kabupaten Kudus pun langsung menyiapkan berbagai agenda lanjutan, mulai dari tradisi Syawalan hingga fasilitas arus balik gratis bagi warga.
Kepastian tersebut disampaikan Bupati Kudus Samani usai melakukan koordinasi bersama jajaran Forkopimda, yang melibatkan Kapolres, Dandim, serta pihak kejaksaan. Hasil pemantauan menunjukkan situasi daerah masih dalam kondisi kondusif.
Menurutnya, berdasarkan data dan evaluasi di lapangan, stabilitas keamanan di Kudus terjaga dengan baik. Berbagai langkah antisipasi juga telah dilakukan sejak sebelum hingga setelah Lebaran guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
“Alhamdulillah dari data yang ada, kondisi Kudus masih sangat terkendali. Kesiapan pengamanan juga sudah dilakukan untuk mengantisipasi kegiatan pasca Lebaran,” ujarnya kepada wartawan, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan, kondisi yang aman ini diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Dengan penghasilan dan daya beli yang tetap stabil, maka situasi sosial di Kudus diyakini akan terus terjaga.
Di sisi lain, Pemkab Kudus juga tengah mempersiapkan rangkaian tradisi Syawalan yang menjadi agenda tahunan masyarakat. Sejumlah lokasi kegiatan telah dipetakan dan disiapkan melalui rapat koordinasi sebelumnya.
Beberapa tradisi yang akan digelar antara lain kegiatan di Logung, Bulusan, Sewu Kupat, hingga Lomban air. Persiapan dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung di setiap lokasi.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap arus balik Lebaran. Untuk membantu warga kembali ke perantauan, disediakan program arus balik gratis dengan armada bus.
Program tersebut difasilitasi melalui Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK). Masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui forum tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Perhubungan Kudus, Mundir, mengungkapkan bahwa pemberangkatan arus balik dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret 2026.
Ia merinci, sebanyak enam bus telah disiapkan, masing-masing dua unit dari Pura, dua dari Djarum, dan dua dari Nojorono. Armada tersebut akan melayani warga yang hendak kembali ke kota tujuan.
“Setiap bus memiliki kapasitas sekitar 50 penumpang, meskipun nantinya bisa disesuaikan dengan jumlah pendamping,” terangnya.
Rencananya, seluruh peserta arus balik akan diberangkatkan secara bersamaan pada pukul 09.00 WIB dalam satu hari. Dengan berbagai persiapan ini, diharapkan arus balik maupun kegiatan Syawalan di Kudus dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. (J02/A01)










