Urai Antrean di IGD, RS Mardi Rahayu Tambah Ruang Transit Rawat Inap Berstandar KRIS

- Jurnalis

Sabtu, 15 Juni 2024 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruang Transit Emaus di RS Mardi Rahayu Kudus. (Foto:Istimewa)

Ruang Transit Emaus di RS Mardi Rahayu Kudus. (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu Kudus resmi menambah ruang transit rawat inap dengan nama Ruang Transit Emaus. Ruang transit ini telah diresmikan oleh Direktur RS Mardir Rahayu, dr. Pujianto pada Sabtu 15/06/2024.

Langkah ini merupakan respon cepat atas lonjakan pasien rawat inap yang terjadi di RS Mardi Rahayu sejak awal tahun ini. Ruang transit rawat inap Emaus memiliki 28 tempat tidur yang telah sesuai dengan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Ruang Transit Emaus akan mulai digunakan pada Selasa, 18 Juni 2024. Diharapkan, dengan adanya ruang transit yang nyaman dengan fasilitas memadai ini maka pasien rawat inap saat ini tidak lagi antre di IGD rumah sakit.

Sementara itu, selain terdapat peningkatan pasien yang akan dilakukan rawat inap di RS Mardi Rahayu juga mengalami peningkatan kunjungan pasien rawat jalan pada pelayanan klinik dokter spesialis.

Baca Juga :  PW Muhammadiyah Jateng Lantik Direktur Pontren dan 5 Kepala Madrasah di Kudus

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto, menyampaikan, beberapa dokter spesialis baru telah bergabung di Rumah sakit Mardi Rahayu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya.

Peresmian Ruang Transit Emaus di RS Mardi Rahayu Kudus. (Foto:Istimewa)

“Untuk meningkatkan kenyamanan pasien di klinik spesialis maka semua ruang tunggu di poliklinik spesialis saat ini telah diberi AC, dan di tambahkan fasilitas penunjang lainnya,” katanya.

Peningkatan jumlah pasien BPJS Kesehatan di RS Mardi Rahayu yang saat ini telah mencapai 88 persen semakin meneguhkan kami untuk terus mewujudkan komitmen memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan setara, ungkapnya. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 406 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru