Tingkatkan Kualifikasi SDM, Pemkab Kudus Dorong PPPK Paruh Waktu Lulusan SMA Lanjut Kuliah

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Pelantikan PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkab Kudus pada 30 Januari 2026. (Foto: J05)

Ilustrasi. Pelantikan PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkab Kudus pada 30 Januari 2026. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan instansi pemerintahan.

Salah satu upaya nyata yang kini digencarkan adalah memberikan dorongan penuh kepada ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang masih berstatus lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) agar mau melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Kebijakan ini merujuk pada data kepegawaian saat ini, di mana dari total 2.606 PPPK Paruh Waktu yang bertugas di lingkup Pemkab Kudus, tercatat ada sekitar 20 persen pegawai yang ijazah terakhirnya masih setingkat SMA.

Sebagian besar dari mereka bahkan merupakan pegawai yang mendedikasikan diri bekerja di sektor pendidikan daerah.

Sebagai langkah awal implementasi program tersebut, pemerintah daerah memfasilitasi kegiatan sosialisasi khusus. Acara yang menggandeng pihak akademisi ini diselenggarakan pada Jumat, 18/9/2026, bertempat di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Anggun Nugroho, menjelaskan bahwa kelompok PPPK paruh waktu ini mencakup berbagai posisi penting di satuan pendidikan, mulai dari tenaga pendidik hingga tenaga kependidikan pendukung.

“PPPK Paruh Waktu itu kan rata-rata guru yang di Dinas Pendidikan, tapi banyak juga yang dari penjaga-penjaga sekolah itu juga masih lulusan SMA,” ujar Anggun saat dimintai keterangan.

Berdasarkan data kedinasan, terdapat sekitar 1.080 PPPK yang berada di bawah naungan Disdikpora Kabupaten Kudus. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 peserta tampak antusias hadir dan mengikuti jalannya sosialisasi peningkatan pendidikan tinggi hari itu.

Anggun menambahkan, sebelum kegiatan sosialisasi ini dapat terwujud, pihaknya bersama pihak perguruan tinggi telah terlebih dahulu melakukan audiensi formal. Pertemuan tersebut dilakukan untuk meminta arahan serta restu langsung dari Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.

Baca Juga :  Wisuda ke -24, 1.161 Mahasiswa UMKU Secara Drive Thru

Respon positif pun diberikan oleh kepala daerah terhadap rencana peningkatan kualifikasi akademik aparatur tersebut. Pemkab Kudus bahkan membuka pintu seluas-luasnya bagi perguruan tinggi yang ingin masuk dan menjalin kerja sama strategis dalam memajukan kualitas pegawai daerah.

“Jadi sosialisasi hari ini tindak lanjut dari Politeknik dengan bupati kemarin. Karena dilihat PPPK paruh waktu kita itu jumlahnya lumayan banyak. Hari ini ada 200 peserta sepertinya yang ikut,” tambahnya.

Kendati dorongan untuk berkuliah sudah digaungkan, Anggun secara terbuka menyebutkan bahwa saat ini belum ada alokasi khusus berupa anggaran beasiswa dari Disdikpora. Fasilitas finansial tersebut masih dalam tahap perencanaan dan kajian matang dari unsur pimpinan daerah.

Peluang pemberian beasiswa bagi PPPK paruh waktu tetap terbuka lebar karena opsi tersebut sedang dipertimbangkan serius oleh Bupati Kudus bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus demi meringankan beban biaya pendidikan pegawai.

“Kemarin masih dipikirkan oleh Pak Bupati dan ketua DPRD. Karena ketua DPRD itu salah satu dari pengurus yayasannya. Kemarin dia juga ikut mendorong agar teman-teman di Pemkab yang masih berijazah SMA untuk bisa ikut. Nanti kalau memang itu memungkinkan, diberikan beasiswa,” terangnya.

Menutup keterangannya, Anggun menginformasikan bahwa tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk tahun ajaran 2026/2027 diperkirakan akan mulai dibuka pada Oktober 2026 mendatang.

Ia pun berpesan kepada seluruh PPPK Paruh Waktu yang berminat agar aktif memantau perkembangan informasi resmi demi masa depan karier yang lebih baik. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru