Terancam Regrouping, Puluhan SD di Kudus Tercatat Alami Kekurangan Siswa

- Jurnalis

Rabu, 17 Juli 2024 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Siswa SD di Kudus. (Foto:J05)

Ilustrasi. Siswa SD di Kudus. (Foto:J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Puluhan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kudus mengalami kekurangan jumlah siswa, yang muaranya nanti akan terancam untuk dilakukan regrouping atau digabungkan dengan sekolah lain.

Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugraha menyampaikan bahwa sekolah yang memiliki jumlah siswa kurang di bawah 60 anak, akan terancam di-regrouping.

“Kalau kurang dari 60 siswa (dari kelas 1 sampai 6) diproses regrouping. Kemungkinan nanti kita gabung,” ujar Anggun saat dikonfirmasi pada Rabu 17/07/2024.

Namun, keputusan regrouping akan dipertimbangkan secara matang, dengan melihat kondisi geografis dari SD tersebut. Apabila, SD tersebut berjarak cukup jauh dengan SD lainnya, maka SD tersebut akan tetap dipertahankan meski jumlah siswanya sedikit.

“Nanti kita lihat posisinya juga, secara letak geografis memungkinkan regrouping apa tidak. Tapi kalau di sana tidak ada sekolah lain yang jaraknya dekat dengan pemukiman atau peserta didik kan ya juga repot,” tuturnya.

Baca Juga :  120 Profesi Ners dan 3 Ahli Madya Keperawatan UMKU Diangkat Sumpah Perawat

Berdasarkan data sementara yang dimiliki Disdikpora Kabupaten Kudus, kata Anggun, saat ini ada sekitar 60 SD yang memiliki jumlah siswa kurang dari 60 anak. Sementara jumlah SD di bawah naungan dinas setempat ada sekitar 427 sekolah.

“Saat ini pendataan (jumlah siswa) masih berproses, terlebih untuk hasil PPDB tahun ajaran 2024/2025 yang berlangsung kemarin,” tambahnya.

Anggun melanjutkan, regrouping akan menjadi pertimbangan paling akhir untuk persoalan kekurangan siswa di sekolah. Pihaknya bahkan akan mengambil opsi lain, apabila memungkinkan untuk sekolah tersebut bisa dipertahankan agar tetap beroperasi.

“Karena dulu kan ada regrouping di tahun 2017 yang di wilayah Kecamatan Undaan, sekarang juga menjadi persoalan baru karena sekolahnya digabung dan jaraknya cukup jauh untuk siswa di sekolah yang baru itu,” tambahnya.

Hingga saat ini, lanjut Anggun, rencana regrouping masih berada dalam tahap pendataan dan pembahasan. Sementara untuk eksekusinya belum bisa dipastikan secara jelas untuk sekolah mana dan jadwalnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 185 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru