Tangani Stunting, DKK Kudus Anggarkan Rp 2 Miliar untuk Pengadaan Susu PKMK dan PDK di 2026

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyaluran PMT bagi balita di Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Penyaluran PMT bagi balita di Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar dari APBD Tahun 2026 untuk pengadaan susu khusus bagi balita stunting.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan status gizi anak dan menekan angka stunting di wilayah setempat.

Kabid Kesehatan Masyarakat DKK Kudus, Edi Kusworo, menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk menyediakan dua jenis susu khusus, yakni pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK) dan pangan olahan untuk diet khusus (PDK).

Menurut Edi, susu PKMK hanya dapat diresepkan oleh dokter spesialis anak karena diperuntukkan bagi balita dengan kondisi medis tertentu. Oleh sebab itu, distribusinya akan dilakukan melalui rumah sakit yang memiliki layanan dokter spesialis anak di Kabupaten Kudus.

Sementara itu, susu jenis PDK dapat disalurkan langsung oleh Dinas Kesehatan melalui jaringan puskesmas. Balita stunting yang menjadi sasaran program akan menerima bantuan susu sesuai hasil pendataan dan pemantauan petugas kesehatan.

“PKMK kita salurkan ke rumah sakit yang ada dokter spesialis anak, kalau PDK kita distribusikan sendiri melalui puskesmas untuk anak stunting,” katanya, Sabtu, 13 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa pemberian susu merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki asupan gizi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan.

Baca Juga :  KPU Kudus Tetapkan 547 Bacaleg Lolos DCS Pemilu 2024

Dengan pemenuhan nutrisi yang lebih baik, diharapkan kondisi stunting dapat ditangani secara optimal dan perkembangan anak menjadi lebih baik.

DKK juga mencatat adanya tren penurunan kasus stunting dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Kudus berada di angka sekitar 4 persen, sedangkan saat ini turun menjadi sekitar 3 persen.

“Sekarang angka ada di 3 sekian persen, tapi angka ini fluktuatif setiap bulan,” tambahnya.

Selain intervensi berupa pemberian susu, penanganan stunting dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Pemerintah daerah menggandeng organisasi perangkat daerah, sektor swasta, hingga masyarakat untuk bersama-sama mendukung program percepatan penurunan stunting.

Beragam kegiatan turut dijalankan, mulai dari edukasi pola asuh yang baik, perbaikan pola makan keluarga, hingga pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak yang membutuhkan.

Langkah-langkah tersebut dilakukan secara berkelanjutan agar hasil yang dicapai dapat lebih maksimal.

Edi berharap seluruh upaya yang telah dilakukan mampu menjaga tren penurunan stunting di Kabupaten Kudus.

“Pencegahan stunting harus dilakukan sejak sebelum pernikahan, masa kehamilan, hingga anak lahir dan tumbuh, sehingga jumlah kasus baru dapat ditekan demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” tukasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru