Jurnalpantura.id, Kudus – Kekecewaan suporter Persiku Kudus, Suporter Macan Muria (SMM), memuncak setelah tim kesayangan mereka kembali kalah 0-2 dari PS Barito Putera di Stadion Wergu Wetan pada Jumat (10/10/ 2025).
Kekalahan ini menjadi yang keempat secara beruntun di awal musim Pegadaian Championship 2025/2026 untuk Persiku. Tren negatif ini memicu kemarahan suporter yang menuntut evaluasi total.
Usai laga melawan PS BaritoPutera, ratusan SMM bertahan di pintu utama stadion, meneriakkan kekecewaan dan meminta pembenahan menyeluruh skuad Laskar Macan Muria.
“Suporter kecewa berat dengan rentetan tren negatif ini. Kekalahan empat kali ini membuat suporter kecewa,” ungkap Plt Ketua SMM, Oni Sukma, didampingi Ketua Harian SMM, Iqbal Tawakal.
Menurut Oni, persiapan panjang yang dilakukan Persiku tak sebanding dengan hasil di lapangan. Suporter mempertanyakan pemilihan pemain oleh tim pelatih, yang dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi awal.
Jika sebelumnya pelatih bilang pemain yang dipilih untuk membela Persiku memiliki performa bagus, tapi kenyataannya jauh dari harapan.
Suporter dikatakan Oni ingin kemenangan di kandang, tapi hasil empat kali pertandingan terakhir sangat mengecewakan.
“Manajemen bicara target papan atas, tapi hasilnya begini. Lebih baik target bertahan saja, suporter gak akan sekecewa ini,” lanjutnya.
Meski kecewa, Oni menilai posisi Pelatih Kepala Persiku yang kini diisi oleh Alfiat, tak perlu diganti.
Ia menduga, penurunan performa tim akibat kurangnya komunikasi antara manajemen dan pelatih, ditambah keterbatasan anggaran untuk mendatangkan pemain berkualitas.
Untuk itu, ia menyarankan adanya komunikasi lebih jauh antara tim pelatih dengan manajemen. Termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuad Macan Muria.
Sementara itu, usai laga melawan PS Barito Putera, Alfiat meminta maaf kepada suporter, manajemen, dan masyarakat Kudus atas hasil buruk ini.
Dalam konferensi pers, Alfiat menceritakan bahwa para pemain sudah bermain bagus di babak pertama, ada peningkatan dari pertandingan sebelumnya.
Tapi adanya kesalahan fatal yang dilakukan pemain Persiku hingga diganjar kartu merah, merusak konsentrasi tim.
Alfiat menyebut, permainan Persiku buyar setelah hanya bermain dengan 10 pemain, yang berujung kekalahan 0-2 dari gol Fabiano Beltrame (menit 61) dan Jaime Moreno (injury time).
Meski kalah, Alfiat tetap mengapresiasi perjuangan pemain dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh.
Adapun rekor Persiku di awal musim memang memprihatinkan. Setelah menang 4-0 atas PSIS Semarang di laga pembuka, mereka kalah 1-3 dari PSS Sleman, 1-2 dari Persela Lamongan, 2-4 dari Deltras FC, dan terbaru 0-2 dari Barito Putera.
Jelang laga melawan Persipal Palu pada 17 Oktober 2025 di Stadion Wergu Wetan, Alfiat berharap timnya bangkit dan meraih tiga poin. (J03/A01)










