Jurnalpantura.id, Kudus – Tiga siswi MAN 2 Kudus, Maitssa Alayya Almunawir, Niswa Khalida Anwar, dan Dzikra Lubna Khairunnisa, berhasil menciptakan formula inovatif untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor.
Produk mereka, yang dinamakan Akticlito, memanfaatkan arang aktif dari eceng gondok dan zeolit dari limbah blotong, berhasil meraih juara dalam kompetisi NIPRO (National Innovation Project) 2024 yang diadakan oleh Institut Teknologi Surabaya (ITS).
Dzikra mengungkapkan bahwa ide pembuatan Akticlito berawal dari keprihatinan terhadap kondisi polusi udara di Indonesia, yang saat ini menduduki peringkat keempat terburuk di dunia. Hal ini juga berimbas pada kualitas udara di Kabupaten Kudus.
Dengan bimbingan guru pendamping, para siswi ini melihat potensi limbah lokal yang bisa dimanfaatkan, yaitu limbah blotong dari Pabrik Gula Rendeng dan eceng gondok yang melimpah di Kecamatan Mejobo, Kudus.
Dzikra menjelaskan lebih lanjut mengenai proses pembuatan kedua bahan utama. Limbah blotong mengandung silika yang dapat diproses menjadi zeolit sintesis, sementara eceng gondok kaya akan karbon yang diolah menjadi arang aktif.
“Zeolit dan arang aktif ini efektif mengurangi kadar karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) yang berkontribusi pada polusi udara,” tuturnya.
Proses pembuatan arang aktif dimulai dengan mengeringkan dan menghaluskan batang eceng gondok, kemudian direndam dalam asam fosfat. Setelah itu, masuk proses penyaringan, pembilasan, dan pembakaran arang selama tiga jam.
“Kalau sudah, lalu diabukan dengan cara dibakar dengan suhu 600 derajat pakai alat furnace selama tiga jam. Setelah itu baru dibuat pelet (dibulatkan dalam ukuran satu gram),” tambahnya.
Sedangkan untuk zeolit, prosesnya hampir serupa, dengan pembakaran pada suhu 700 derajat Celsius. Setelah melalui beberapa tahap pengolahan, zeolit juga dibentuk menjadi pelet yang siap digunakan.
Agar dapat diaplikasikan pada knalpot kendaraan, pelet arang aktif dan zeolit kemudian dimasukkan dalam alat khusus dari pipa bekas yang disesuaikan dengan bentuk knalpot kendaraan.
“Saat uji coba selama 15 menit ke knalpot sepeda motor, Akticlito ini berhasil mengurangi emisi gas buang dari karbon monoksida sampai 30 persen dan mengurangi karbon dioksida sampai 20 persen,” tambahnya
Naelatuz Zuhroh, guru pembimbing mereka, mengungkapkan rasa bangganya. Produk asli dari MAN 2 Kudus ini mampu mengalahkan 25 finalis lain dalam kompetisi NIPRO 2024 tingkat SMA dan SMK di seluruh Indonesia.
“Tentunya kami bangga, dan untuk alat (Akticlito) ini juga buatan anak-anak sendiri, mereka custom sendiri dengan menyesuaikan jenis knalpot motor,” ujarnya.
Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, juga memberikan apresiasi terhadap prestasi siswi-siswinya. Ia menekankan pentingnya penjaringan bakat dan potensi siswa agar dapat berprestasi.
“Kami berharap MAN 2 Kudus semakin maju dan unggul, tidak hanya di tingkat kabupaten dan provinsi, tetapi juga siap bersaing di tingkat internasional,” tambahnya. (J05/A01)










