oleh

Sengketa KONI Kudus Berakhir, BAORI Menangkan Kubu Imam Triyanto

Jurnalpantura.id, Jakarta – Sengketa dualisme kepemimpinan di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus berakhir sudah.

Badan Arbirtase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) telah mengeluarkan putusan atas sengekta dualisme KONI Kudus dengan memenangkan Kubu Imam Triyanto.

Keputusan itu disampaikan saat Sidang BAORI di Jakarta yang dihadiri kedua belah pihak. Kamis 16/09/2021.

Ketua majelis hakim di persidangan BAORI Agus Kartasasmita menyampaikan berdasarkan bukti-bukti, saksi, dan keterangan-keterangan selama persidangan pihak majelis memutuskan tidak dapat menerima permohonan pemohon atas KONI Kubu Antoni Alfin.

“Dan membebankan biaya perkara Rp 50 juta kepada pemohon,” jelasnya.

Selain itu majelis juga menyatakan jika putusan arbitrase tersebut tingkat pertama dan terakhir. Dan mengikat kedua belah pihak. Serta memberi waktu selambat-lambatnya 30 hari kepada para pemohon dan termohon untuk melaksanakan putusan. Sejak putusan diucapkan.

“Terakhir memperintahkan panitia sidang majelis arbitrase Baori menyerahkan dan mendaftarkan putusan ini kepada paniteraan pengadilan negeri Semarang Jawa tengah,” imbuhnya.

Kabid Hukum KONI Kudus kubu Imam Triyanto Yusuf Istanto mengaku bersyukur atas putusan majelis hakim yang memenangkan pihaknya.

Yusuf pun menyampaikan dengan putusan BAORI mempertegas bahwa pelaksanaan Musorkablub sudah sah.

“Alhamdulillah, perjuangan KONI Kudus yang didukung Forum Pengkab berhasil. Ini membuktikan Musorkablub yang sudah digelar sah dan legal. Dan telah sesuai aturan kriteria AD/ART di KONI,”tambahnya.

Sedangkan dari Kubu Antoni, yang diwakili kuasa hukumnya Taufik Hidayat menyampaikan, menghormati putusan majelis.

Namun, Kami masih punya kesempatan untuk pengajuan pembatalan putusan BAORI.

Apabila putusan tersebut diduga mengandung unsur-unsur seperti adanya dokumen atau surat palsu. Atau ada dokumen yang disembunyikan. Serta putusan diambil dari tipu muslihat yang dilakukan oleh salah satu pihak.

“Saat ini masih kami rumuskan bersama Mas Anton akan langkah hukum berikutnya,” kata Taufik. L(J02/A01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed