Sarasehan Banser Kudus Jadi Momentum Kebangkitan Kader dan Penguatan Soliditas

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Cabang GP Ansor Kudus menggelar sarasehan bertajuk “Tekad Kader Banser Masa Kini” di Joglo Sahabat Akhwan, pada Sabtu malam 2/5/2026. (Foto: JP)

Pimpinan Cabang GP Ansor Kudus menggelar sarasehan bertajuk “Tekad Kader Banser Masa Kini” di Joglo Sahabat Akhwan, pada Sabtu malam 2/5/2026. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pimpinan Cabang GP Ansor Kudus menggelar sarasehan bertajuk “Tekad Kader Banser Masa Kini” di Joglo Sahabat Akhwan, pada Sabtu malam 2/5/2026 sekira pukul 19.30 WIB.

Kegiatan ini menjadi bagian dari puncak peringatan Harlah ke-92 GP Ansor sekaligus momentum refleksi perjalanan organisasi dan penguatan kembali peran strategis Banser di tengah masyarakat.

Sarasehan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh lintas generasi Ansor dan Banser, di antaranya Akhwan Sukandar, Sarmanto Hasyim, Dasa Susila, Wawan Awaludin, Moh Afifudin, Arif Mustain, Noor Yanto, H. Muhtamat, serta perwakilan pengurus Satkornas Banser, Isa Abdillah.

Turut hadir pula Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus, K.H. Asyrofi Masytho, jajaran Ketua PAC GP Ansor se-Kabupaten Kudus, Kepala Satkoryon Banser, serta kader Banser dari berbagai wilayah.

Dalam forum reflektif tersebut, Akhwan Sukandar menyoroti secara tegas dinamika keberanian kader Banser saat ini. Ia mengingatkan bahwa Banser memiliki sejarah besar dalam menjaga keutuhan bangsa, termasuk dalam menghadapi ancaman ideologi di masa lalu.

“Banser dulu berdiri di garis depan, berani mengambil risiko demi menjaga ulama, agama, dan negara. Itu fakta sejarah yang tidak bisa dihapus. Tapi hari ini kita harus jujur, keberanian itu mulai memudar. Bahkan, dalam beberapa momentum, Banser terlihat kalah sigap dibanding aliansi-aliansi baru yang bermunculan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut harus menjadi bahan introspeksi bersama, bukan untuk saling menyalahkan.

“Ini bukan soal siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling siap. Banser harus kembali berani, solid, dan hadir nyata di tengah masyarakat. Jangan sampai kita hanya besar dalam nama, tapi lemah dalam gerakan,” tambahnya.

Sarmanto Hasyim mengingatkan pentingnya menjaga nilai dasar perjuangan. Menurutnya, banser tidak boleh jauh dari semangat amar ma’ruf nahi munkar. Ini adalah ruh gerakan yang harus terus dirawat dalam setiap langkah pengabdian.

Baca Juga :  SD di Kudus Siap Gelar Karya P5 Tema Gaya Hidup Berkelanjutan

Dasa Susila mengajak seluruh kader untuk mulai dari hal-hal sederhana yang berdampak bagi masyarakat.

“Tidak harus besar, yang penting nyata. Sekecil apa pun kontribusi kita, jika dilakukan bersama, akan membawa perubahan,” katanya.

Wawan Awaludin turut menyoroti dinamika organisasi yang perlu dibenahi bersama. “Ini menjadi refleksi agar kita bisa bangkit dan kembali menunjukkan eksistensi Banser di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Moh Afifudin menegaskan pentingnya soliditas dalam satu komando. “Banser adalah satu barisan. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Kita harus tetap dalam garis komando dan arahan pimpinan,” ujarnya.

Ketua PC GP Ansor Kudus, Arif Mustain, menekankan bahwa Banser merupakan inti kader Ansor yang harus dibanggakan.

“Banser adalah kekuatan utama Ansor. Kita harus bangga dengan almamater ini dan bersama-sama menjadi khodimul ummah, pelayan umat,” jelasnya.

Noor Yanto mengajak kader untuk meneladani semangat keberanian generasi sebelumnya. “Kita harus belajar dari para senior, bagaimana keberanian dan keteguhan itu menjadi identitas Banser,” katanya.

Dalam tausiyahnya, K.H. Asyrofi Masytho menegaskan posisi strategis Ansor dan Banser bagi masa depan Nahdlatul Ulama. “Ansor dan Banser hari ini adalah cerminan NU di masa depan. Jika kadernya baik, maka NU ke depan juga akan semakin kuat dan membawa kebaikan,” tuturnya.

Kegiatan sarasehan berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan reflektif. Diskusi yang berkembang tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga membangun optimisme baru bagi kader Banser dalam menghadapi tantangan zaman.

Sebagai penutup, sarasehan ini diharapkan menjadi titik kebangkitan semangat kader Banser Kudus untuk semakin solid, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Momentum Harlah ke-92 GP Ansor ini pun menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi terletak pada komitmen kadernya dalam menjaga nilai, memperkuat barisan, dan terus hadir sebagai pelayan umat serta penjaga keutuhan bangsa. (J05/A01)

Berita Terkait

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477
Kudus Fashion on the Street Meriah, Produk Fesyen Lokal Jadi Sorotan
Musthofa Ingatkan Generasi Muda: Pancasila Bukan Sekadar Hafalan
Sabtu Besok, CFN dan Karnaval Budaya Hari Jadi Kudus Bakal Padati Kawasan Simpang Tujuh
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:58 WIB

Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Senin, 21 September 2026 - 16:12 WIB

680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477

Berita Terbaru