Jurnalpantura.id, Grobogan – Untuk memastikan pelayanan stunting dapat diakses oleh peserta di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melakukan kunjungan ke Puskesmas Toroh 1 di Kabupaten Grobogan pada Selasa (23/1/2024).
Kunjungannya tersebut sekaligus ingin memastikan ketersediaan alat ultrasonografi (USG) untuk pemeriksaan kehamilan agar pelayanan persalinan yang dijalani oleh peserta JKN dapat berjalan optimal.
“Pagi ini saya datang ke Puskesmas Toroh 1 di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ingin memastikan bahwa puskesmas memiliki alat USG untuk mengecek kehamilan,” kata Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Jokowi menyampaikan, pemerintah telah mendistribusikan alat USG kepada 10.000 puskesmas di seluruh tanah air dan 300.000 alat timbang bayi ke beberapa posyandu.
Menurutnya, dengan adanya penyebaran kedua alat tersebut semakin menguatkan upaya promotif preventif yang dilakukan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sehingga mampu membuka akses bagi masyarakat, khususnya peserta JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti menyampaikan penyelenggaraan Program JKN yang diusung sejak 1 Januari 2014 telah membawa angin segar bagi seluruh masyarakat. Pasalnya, kehadiran program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan bisa memberikan penjaminan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN sesuai dengan indikasi medis oleh dokter, termasuk pelayanan persalinan hingga pascapersalinan.
Sebagi contoh, BPJS Kesehatan menjamin pemeriksaan kehamilan atau Ante Natal Care (ANC) baik di FKTP maupun di rumah sakit. Pemeriksaan ANC di FKTP saat ini bisa dilakukan sebanyak enam kali, termasuk diantaranya pemeriksaan utrasonografi (USG) sebanyak dua kali oleh dokter.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga menjamin pelayanan pasca persalinan atau Post Natal Care (PNC) yang dapat dilakukan di FKTP atau di rumah sakit. Pelayanan PNC dilakukan sebanyak empat kali pemeriksaan yang mencakup tiga kali pemeriksaan ibu dan bayi dan satu kali pemeriksaan ibu.
“Dengan berbagai inovasi yang dihadirkan, akses layanan kesehatan, khususnya proses persalinan bisa semakin mudah. Harapannya, dengan terbuka luasnya akses bagi peserta bisa memudahkan peserta untuk mendapatkan tindakan,” kata Heni.
Ia menjelaskan, saat ini BPJS Kesehatan tengah melakukan upaya transformasi mutu layanan. Upaya tersebut ditujukan agar pelayanan yang diterima oleh peserta dapat semakin mudah, cepat dan semua setara. Salah satu bentuk nyata yang dilakukan BPJS Kesehatan yaitu dengan menetapkan Janji Layanan JKN yang wajib dilakukan oleh seluruh fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Toroh 1, Iwan Satrianto menyampaikan, alat USG dan timbangan bayi merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan sebagai dukungan terhadap program pencegahan stunting. Melalui alat ini, potensi stunting saat kehamilan dapat terdeteksi sejak dini.
“Hasil pemeriksaan ini langsung terkirim melalui whatsapp peserta, tadi Presiden Jokowi jugamelihat langsung data terkirim ke ibu hamil. Selain itu laporan by data juga akan terkirim ke Kementerian Kesehatan, sehingga pemerintah dapat mendata adanya kasus stunting yang ada di wilayah-wilayah,” kata Iwan. ***










