RS Mardi Rahayu Gandeng PKK Kudus Gelar Pelatihan Tenaga Pendamping Orang Sakit

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama, usai pembukaan pelatihan NaPOS di RS Mardi Rahayu Kudus. (Foto: J05)

Foto bersama, usai pembukaan pelatihan NaPOS di RS Mardi Rahayu Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pelatihan Tenaga Pendamping Orang Sakit (NaPOS) kembali dilakukan oleh RS Mardi Rahayu Kudus.

Pelatihan NaPOS yang kelima kalinya diadakan dan bebas biaya ini dilaksanakan atas kerjasama RS Mardi Rahayu dengan Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Kudus.

Pelatihan intensif yang akan berlangsung selama hampir satu bulan sejak tanggal 5 Januari 2026 ini diisi dengan pemberian teori dan praktek secara langsung.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto menyatakan dengan Pelatihan NaPOS ini diharapkan berhasil mencetak tenaga siap kerja yang mampu melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital kehidupan, pemberian asupan makanan, minuman dan obat.

“Termasuk dengan selang (sonde), perawatan luka sederhana, pembersihan berkala saluran nafas dengan alat bantu, memandikan (termasuk pada bayi), mencuci pakaian terkontaminasi, mengangkat, memobilisasi dan alih baring dengan benar, dan lain-lain dengan memperhatikan etika dan sopan santun,” tuturnya.

Pelatihan ini diikuti peserta pria ataupun wanita dengan usia 20 sampai 50 tahun, pendidikan minimal lulus SMP sederajat, lolos persyaratan administrasi dan pemeriksaan fisik.

Baca Juga :  Seks Menyimpang, 48 Laki-Laki di Kudus Dilaporkan Positif HIV/AIDS

Selain memperoleh ilmu, peserta dari beraneka ragam latar belakang juga memperoleh beberapa keuntungan, seperti uang saku harian, kepesertaan BPJS Kesehatan, kepesertaan BP Jamsostek, rekomendasi dan penyaluran pekerjaan dalam naungan pelayanan home care RS Mardi Rahayu.

Program pelatihan dan diikuti penyaluran tenaga pendamping orang sakit ini diharapkan dapat membantu menciptakan lapangan kerja melalui pendidikan non formal, terutama untuk masyarakat Kudus.

Selain itu, upaya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan NaPOS juga untuk membantu keluarga pasien yang membutuhkan tenaga pendamping orang sakit saat merawat anggota keluarga di rumah paska rawat inap.

Para peserta pelatihan akan siap bekerja pada bulan Februari 2026, apabila ada masyarakat yang memerlukan layanan tersebut, dapat menghubungi tim Homecare RS Mardi Rahayu di nomor 088806500777. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru