Jurnalpantura.id, Kudus – Sebanyak 5000 anak dari 120 lembaga lembaga RA (Raudhatul Athfal) se-Kabupaten Kudus antusias mengikuti peragaan manasik haji, bertempat di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (3/6/2023).
Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Kudus, Amalina Husna menyampaikan, peragaan manasik haji ditujukan untuk memperkenalkan kepada anak tentang rukun Islam yang kelima yakni ibadah haji.
Peragaan manasik haji dilakukan, mengingat selama ini anak-anak di sekolah masih sebatas mempraktekkan rukun Islam dari kesatu sampai keempat. Sehingga, ini waktunya mengenal langsung rukun Islam yang kelima, yakni haji.
“Kegiatan manasik haji ini biasanya kita selenggarakan dalam rangka memperingati Harlah IGRA biasanya, tapi untuk kali ini kita samakan dan barengkan dengan momen keberangkatan haji tahun ini,” katanya.
Pihaknya menyampaikan bahwa pelaksanaan manasik haji bagi anak RA biasanya dilakukan rutin 2 tahun sekali. Namun, lantaran tahun sebelumnya terdapat pandemi covid-19, sehingga kegiatan serupa ditiadakan dahulu.
“Insyaallah kita lakukan rutin 2 tahun sekali. Tapi karena kemarin ada pandemi makanya tidak melakukan kegiatan ini dulu,” tuturnya.
Amalina berharap, dengan diselenggarakam kegiatan peragaan manasik haji semacam ini bisa turut memotivasi para orangtua siswa untuk tergerak menunaikan rukun Islam yang kelima, yakni melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu.
Sementara itu,Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus, Suhadi menyebut bahwa pendidikan agama tentang rukun Islam kelima melalui kegiatan peragaan manasik haji perlu dilakukan.
Suhadi menuturkan, anak-anak memiliki rasa keingintahuan dan sifat meniru yang tinggi di usia mereka yang saat ini berada di bangku RA atau setara TK ini. Oleh karena itu pengenalan ibadah haji perlu disampaikan sejak usia dini.
“Karena banyak nilai nilai yang terkandung dalam haji yang bisa diketahui oleh anak anak melalui peragaan sejak usia dini,” katanya.
Suhadi berharap, dengan adanya peragaan manasik haji ini, anak-anak bisa mengenal tentang tata cara ibadah haji sejak dini. Kemudian, memiliki memori yang kuat dalam batinnya sehingga tumbuh rasa ingin melaksanakan haji saat dewasa nanti. (J05/A01)










