Jurnalpantura.id, Kudus – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof Abdul Muti, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan nasional harus tetap berakar pada sejarah dan budaya bangsa.
Penegasan tersebut ia sampaikan saat meresmikan revitalisasi gedung SD Muhammadiyah 1 Kudus, Selasa, 24/12/2025.
Revitalisasi sekolah itu dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SD Muhammadiyah 1 Kudus melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Kegiatan tersebut didukung Dana Bantuan Pemerintah Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp 553,6 juta yang dialokasikan untuk memperbaiki sarana prasarana pendidikan.
Prof Abdul Muti menyampaikan bahwa SD Muhammadiyah 1 Kudus memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.
Sekolah ini berdiri sejak 1920, hanya berselang delapan tahun setelah Muhammadiyah berdiri di Yogyakarta, serta tercatat sebagai sekolah swasta pribumi yang diizinkan beroperasi pada masa kolonial.
”Ini luar biasa. SD Muhammadiyah 1 Kudus adalah perintis pendidikan pribumi. Revitalisasi ini bukan sekadar memperbaiki gedung, tetapi bagian dari usaha bersama agar sekolah semakin maju tanpa tercerabut dari akar budaya,” ujarnya.
Menurutnya, revitalisasi tersebut bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan nilai sejarah dengan kemajuan pendidikan.
Ia menilai sekolah ini merupakan pelopor pendidikan pribumi yang patut dijaga dan dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Proses revitalisasi sempat menghadapi tantangan karena status gedung sebagai cagar budaya.
Namun melalui dialog dan kesepahaman bersama, seluruh pihak akhirnya mencapai kesepakatan agar revitalisasi tetap berjalan tanpa mengabaikan upaya pelestarian warisan budaya.
”Kita mendukung pelestarian termasuk dari segi bahasa, saya berpikir anak-anak harus terus dikuatkan bahasa kedaerahannya, Kementerian melalui program Trigatra Bangun Bahasa. Komitmen merawat tradisi dan bahasa harus berjalan seiring dengan semangat inovasi dan prestasi,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Prof Abdul Muti juga menekankan pentingnya penguatan bahasa dan budaya daerah kepada peserta didik.
Melalui program Trigatra Bangun Bahasa, kementerian mendorong agar tradisi lokal tetap dirawat seiring dengan pengembangan inovasi dan prestasi di sekolah.
Pada kesempatan yang sama, ia memaparkan bahwa pada tahun 2025, program revitalisasi pendidikan di Kabupaten Kudus menyasar 141 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp 94,2 miliar.
Secara nasional, anggaran revitalisasi mencapai Rp 16,9 triliun untuk 16.175 satuan pendidikan, dan pada 2026 pemerintah merencanakan revitalisasi sekitar 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. (J05/A01)










