Jurnalpantura.id, Kudus – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus tengah melaksanakan renovasi besar-besaran dengan mengerjakan tiga proyek sekaligus menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2024 sebesar Rp 13 miliar.
Proyek renovasi ini mencakup tiga gedung utama, yaitu Gedung Rawat Inap Dahlia, Gedung Laboratorium, dan Gedung Farmasi.
Direktur RSUD Kudus, dr. Abdul Hakam, menjelaskan bahwa dari ketiga proyek tersebut, renovasi Gedung Rawat Inap Dahlia telah dimulai.
Saat ini, pengerjaan renovasi Gedung Rawat Inap Dahlia telah berlangsung selama dua pekan dengan kemajuan sekitar dua persen. Gedung ini memerlukan renovasi karena mengalami kemiringan, dan telah berdiri sejak tahun 2004.
Alokasi dana renovasi untuk Gedung Rawat Inap Dahlia adalah sebesar Rp 2,9 miliar dengan masa pelaksanaan proyek selama 122 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.
Renovasi ini bertujuan untuk memperbaiki struktur bangunan yang sudah mulai tidak stabil, dengan menambahkan landasan dan beton untuk menopang struktur atasnya.
“Gedung Ruang Rawat Inap Dahlia kita renovasi karena ada kemiringan pada bangunannya, itu sudah bangunan lama. Renovasi baru berjalan dua pekan, kalau progresnya masih sekitar dua persen,” ujar dr. Hakam, Kamis, 12/09/2024.
Untuk dua proyek lainnya, yaitu Gedung Laboratorium dan Gedung Farmasi, saat ini masih dalam tahap perencanaan. Kedua gedung ini diharapkan dapat segera dimulai proses renovasinya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
Penjabat (Pj) Bupati Kudus, M Hasan Habibie, mengunjungi RSUD dr. Loekmono Hadi pada Kamis, 12 September 2024, mengungkapkan bahwa RSUD Kudus memiliki potensi besar untuk menjadi pusat layanan spesialis bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya.
Hasan pun menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas RSUD Kudus, terutama dalam menarik tenaga medis spesialis yang masih kurang di beberapa sektor. Ia berharap RSUD Kudus dapat menambah poli spesialis untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
“RSUD sudah memiliki pelayanan jantung yang baik, namun ada kendala di beberapa titik lain yang masih membutuhkan perbaikan dan penguatan. Kami juga perlu memikirkan skema untuk menarik tenaga medis spesialis yang masih kurang di beberapa sektor,” ungkapnya. (J05/A01)










