Rela Izin Kerja, Ayah di Kudus Antusias Dampingi Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aris Suryawan (33) mengantarkan putrinya ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2026/2027 di SD 5 Karangbener, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Aris Suryawan (33) mengantarkan putrinya ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2026/2027 di SD 5 Karangbener, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) tahun ajaran 2026/2027 yang diinisiasi Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mendapat respons positif dari para orang tua.

Sejumlah ayah memilih meluangkan waktu untuk mengantar anak mereka ke sekolah sebagai bentuk dukungan di hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin, 13/7/2026.

Salah satu orang tua yang ikut berpartisipasi adalah Aris Suryawan (33), warga Desa Margorejo, Kecamatan Dawe.

Pria yang bekerja sebagai programmer di PT Pura Group itu mengantar putri sulungnya, Florensha Elzavir Caliana Arshan atau Flo, yang mulai menjalani pendidikan sebagai murid kelas satu di SD 5 Karangbener, Kecamatan Bae.

Bagi Aris, mengantar anak di hari pertama sekolah merupakan momen yang sangat berarti. Karena itu, ia rela meminta izin dari tempatnya bekerja agar bisa mendampingi putrinya memasuki lingkungan sekolah yang baru.

“Hari pertama sekolah adalah momen emas untuk anak. Saya harus bekerja, jadi saya izin dulu supaya bisa mendampingi Flo,” kata Aris.

Ia mengaku sempat diliputi rasa khawatir karena putrinya harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Meski Flo sebelumnya sudah pernah bersekolah, Aris menilai suasana dan teman-teman yang berbeda tetap menjadi tantangan bagi anak di awal tahun ajaran.

“Cukup excited dan deg-degan. Ini bukan pertama kali Flo sekolah, tetapi lingkungan yang baru, jadi ada penyesuaian. Saya sempat khawatir dia rewel, untungnya tidak. Karena ini anak pertama, jadi memang rasanya lebih deg-degan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dukung Bukber Gratis, Donasi Kurma di Masjid Menara Iman Meningkat Tajam

Menurut Aris, kekhawatirannya perlahan hilang setelah melihat putrinya mulai menikmati suasana sekolah. Pertunjukan drama Punokawan yang dimainkan para guru saat pembukaan MPLS dinilai berhasil mencairkan suasana sehingga anak-anak lebih cepat berbaur.

“Awalnya saya lihat masih canggung dan deg-degan. Setelah ada pentas drama, suasananya jadi cair dan dia mulai berbaur dengan teman-temannya. Masuk kelas juga lebih semangat dibanding saat pertama datang,” tuturnya.

Aris juga mengapresiasi kreativitas SD 5 Karangbener dalam menyambut murid baru. Menurutnya, perpaduan hiburan dengan nuansa budaya tradisional mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Ia mengaku memilih sekolah tersebut karena kualitas guru, lingkungan yang nyaman, serta lokasinya yang dekat dengan tempat tinggal.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD 5 Karangbener, Ninik Hartati, mengatakan jumlah murid baru pada tahun ajaran 2026/2027 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Dari 18 peserta didik baru pada tahun lalu, kini bertambah menjadi 25 siswa.

“Total siswa di SD 5 Karangbener saat ini mencapai 136 anak yang terbagi dalam enam rombongan belajar. Kami berharap berbagai kegiatan MPLS yang kami siapkan dapat membuat anak-anak merasa nyaman, cepat beradaptasi, dan semakin bersemangat mengikuti proses belajar di sekolah,” ujar Ninik. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru