Rayakan Hari Bumi, Yayasan Kali Ilmu Jepara Ajak Anak-anak Ramaikan ‘Dolanandur’

- Jurnalis

Senin, 22 April 2024 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolanandur’ (Dolanan lan Tandur-tinandur) dalam rangka merayakan Hari Bumi di Yayasan Kali Ilmu Kabupaten Jepara. (Foto:J02)

Dolanandur’ (Dolanan lan Tandur-tinandur) dalam rangka merayakan Hari Bumi di Yayasan Kali Ilmu Kabupaten Jepara. (Foto:J02)

Jurnalpantura.id, Jepara – Yayasan Kali Ilmu mengadakan even spesial ‘Dolanandur’ (Dolanan lan Tandur-tinandur) dalam rangka merayakan Hari Bumi, bertempat di Desa Kalipucang Kulon, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara pada Jumat (19/4/2024).

Acara yang dihadiri oleh puluhan anak-anak SD, SMP, dan SMA ini menjadi momen berharga untuk mengajarkan nilai-nilai penting tentang menjaga kelestarian bumi.

Para peserta tidak hanya disuguhi dengan keseruan dolanan, namun juga beragam materi edukasi yang menarik tentang cara menjaga bumi, termasuk menanam bibit dan pemupukan yang benar.

Peserta juga diajak prakarya seperti mewarnai bumi, melukis bumi dengan pewarna alam, hingga memimpikan bumi yang  lebih hijau dan bersih. Kegiatan menanam bibit dan mendoakan bumi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda hari itu.

Tidak hanya itu, acara ini juga menampilkan cerita inspiratif dan dolanan bersama Gunawan Dwi Cahyo, mantan pemain sepak bola Tim Nasional Indonesia.

Baca Juga :  Politik Jalan Tengah UMSK Jepara

Dengan penuh semangat, Gunawan membagikan pengalaman dan perjalanannya sebagai pemain sepak bola untuk memberikan motivasi kepada anak-anak agar berani bermimpi besar dan berusaha keras untuk mencapai cita-cita mereka.

“DOLANANDUR diharapkan menjadi sarana edukasi dan inspirasi bagi anak-anak tentang pentingnya menjaga bumi. Kami ingin menanamkan bahwa anak dan remaja merupakan bagian penting, yang bisa punya andil besar dalam upaya menjaga bumi,” ungkap Nor Islafatun, pendiri Yayasan Kali Ilmu.

Acara ini juga didukung oleh beberapa volunter dan para ahli di bidangnya, seperti Lina Silviana, mahasiswa Agroteknologi UMK yang memberikan wawasan berharga tentang penanaman bibit dan perawatannya.

Lalu, Yusrul Hana dan Muslikhah yang berprofesi sebagai guru, serta Nurul K. A. Mutafaridda, seorang pegiat seni, menjadi mentor dalam prakarya kegiatan itu. Serta BPDAS Pemali Jratun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kahutanan. (J05/A01)

Berita Terkait

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477
Kudus Fashion on the Street Meriah, Produk Fesyen Lokal Jadi Sorotan
Musthofa Ingatkan Generasi Muda: Pancasila Bukan Sekadar Hafalan
Sabtu Besok, CFN dan Karnaval Budaya Hari Jadi Kudus Bakal Padati Kawasan Simpang Tujuh
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:58 WIB

Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Senin, 21 September 2026 - 16:12 WIB

680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477

Berita Terbaru