Jurnalpantura.id, Kudus – Ratusan siswa SMP Kanisius, Kabupaten Kudus, memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia dengan cara yang unik dan penuh makna.
Mereka menulis surat yang berisi deklarasi anti korupsi, yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Aksi ini diharapkan dapat menjadi bentuk kepedulian dan harapan mereka terhadap masa depan Indonesia yang bebas dari korupsi.
Salah satu siswa yang turut menulis surat, Beatrix Lani Peterson, menyampaikan harapannya agar Indonesia di masa depan bisa maju tanpa adanya tindakan korupsi.
“Semoga kalau bisa memungkinkan korupsi bisa hilang dan semua dunia pun makmur,” ungkap Beatrix, siswa kelas VII C.
Dalam suratnya, Beatrix juga menekankan pentingnya peran individu dalam mencegah korupsi, dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari.
Ia menyebutkan, di sekolah mereka menerapkan kantin kejujuran sebagai salah satu cara untuk menanamkan karakter anti korupsi kepada siswa.

“Biasanya kalau mau membeli minum, kita menaruh uang sesuai harga, tidak mengambil kembalian berlebih. Itu salah satu hal kecil untuk menanamkan karakter anti korupsi,” terang Beatrix.
Selain itu, Beatrix juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya dalam hal waktu.
Ia selalu berangkat tepat waktu sebelum bel masuk berbunyi pada pukul 06.55 WIB, untuk menunjukkan komitmennya terhadap nilai-nilai kejujuran dan disiplin, yang juga merupakan bagian dari upaya menghindari korupsi.
Kepala SMP Kanisius, Driyono, menyampaikan bahwa peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia selalu dilaksanakan dengan berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan seluruh siswa.
Selain menulis surat, kegiatan lainnya meliputi pertunjukan seni, pembuatan poster anti korupsi, serta deklarasi bersama untuk mendukung gerakan anti korupsi.
Driyono juga menegaskan bahwa pembentukan karakter anti korupsi adalah salah satu fokus utama di SMP Kanisius. Baik dalam pembelajaran di kelas maupun praktik kehidupan sehari-hari di sekolah, siswa diajarkan untuk menerapkan nilai-nilai kejujuran dan integritas.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah kantin kejujuran, yang sudah diterapkan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter siswa.
“Kantin kejujuran sudah terlaksana dengan baik, dan ini sangat berdampak positif terhadap karakter siswa. Kami berharap, melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memahami pentingnya anti korupsi, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka,” tandas Driyono. (J05/A01)










