Ratusan Siswa SMAN 1 Kudus Jalani TKA, Hasilnya Bisa Jadi Validator Nilai Rapor untuk SNBP

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: JP

Foto: JP

Jurnalpantura.id, Kudus — Ratusan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kudus mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai bagian dari asesmen terstandar nasional yang hasilnya dapat digunakan sebagai validator nilai rapor dalam Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

Ujian ini berlangsung sejak Senin (3/11/2025) hingga Kamis (6/11/2025) dan diikuti lebih dari 400 peserta dalam dua gelombang ujian.

Kepala SMA Negeri 1 Kudus, Nur Afifuddin, menjelaskan bahwa TKA menjadi sarana pengukuran capaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu secara objektif dan setara nasional.

Berbeda dengan Ujian Nasional (UN) yang sebelumnya menjadi penentu kelulusan, TKA bersifat tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan, namun hasilnya memiliki peran penting untuk mendukung seleksi akademik dan pemetaan mutu pendidikan.

“Tes ini menjadi salah satu alat untuk mengukur sejauh mana kemampuan akademik siswa secara nasional. Hasilnya bisa digunakan untuk mendukung seleksi masuk perguruan tinggi, pemetaan mutu pendidikan, serta sebagai validator nilai rapor dalam jalur SNBP,” ungkap Afifuddin saat ditemui Rabu (5/11/2025).

Ia menambahkan, TKA dirancang untuk menilai pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa, bukan sekadar hafalan. Tujuannya antara lain memberikan penilaian yang objektif, mendukung proses seleksi akademik di jenjang pendidikan lebih tinggi, dan menjadi dasar kebijakan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Pelaksanaan TKA di SMA Negeri 1 Kudus tahun ini juga disesuaikan dengan jadwal SNBP, di mana pengisian data akan dimulai pada Januari hingga Februari 2026.

“Rapor yang digunakan untuk SNBP adalah semester 1 sampai 5, sehingga pelaksanaan TKA ini kami jadwalkan agar waktunya sesuai dengan kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  366 Mahasiswa Prodi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kudus Ikuti Kegiatan Kepaniteraan

Sistem ujian juga mengikuti minat dan arah studi lanjutan siswa. Ada tiga mata pelajaran wajib — Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika — serta dua mata pelajaran pilihan sesuai minat studi, seperti Biologi dan Kimia bagi peminat bidang kesehatan, atau Fisika dan Matematika lanjut bagi yang tertarik di bidang teknik.

Afifuddin menuturkan, pelaksanaan ujian dibagi dalam dua gelombang dengan tiga laboratorium komputer yang digunakan secara bergantian. Setiap sesi berdurasi sekitar dua setengah jam dengan kapasitas 20 hingga 30 siswa per ruang.

“Jumlah total peserta lebih dari 400 siswa, semua mengikuti jadwal sesuai pembagian gelombang agar pelaksanaan tetap tertib dan nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Sumiat, Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah, mengapresiasi pelaksanaan TKA di Kudus yang berjalan lancar berkat koordinasi baik antara sekolah, Dinas Pendidikan, dan PLN.

“Kegiatan berlangsung kondusif. Hanya ada kendala kecil akibat cuaca seperti gangguan listrik, namun segera tertangani,” ujarnya.

Bagi siswa yang berhalangan hadir, seperti sakit atau mengikuti kegiatan nasional, ujian susulan dijadwalkan pada 17–20 November 2025. “Kami pastikan seluruh administrasi tertib dan tidak ada siswa yang tertinggal,” imbuhnya.

Salah satu peserta, Adinda, siswi kelas XII F7, mengaku antusias mengikuti ujian meski beberapa soal cukup menantang. “Bahasa Indonesia mudah, tapi Bahasa Inggris dan Matematika lumayan sulit. Waktunya juga terasa cepat,” katanya.

Meski demikian, Adinda mengaku pelaksanaan TKA berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti. “Komputer berfungsi baik dan sistemnya stabil. Semuanya berjalan tertib dari awal sampai akhir,” pungkasnya. (J02/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:01 WIB

148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru