Jurnalpantura.id, Kudus – Ratusan siswa di SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus menggelar Salat Gaib atau salat jenazah dan menggalang dan untuk warga di Palestina yang menjadi korban dari serangan Israel.
Salat Gaib dilaksanakan di halaman sekolah setempat, pada Jumat (20/10/2023) sekira pukul 07.30 pagi tadi. Ada sekira 375 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 yang ikut dalam kegiatan salat serta penggalangan dana tersebut.
Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain, Jamaluddin Kamal menyampaikan, tujuan utama dilaksanakan Salat Gaib ini, untuk mendoakan saudara-saudara yang ada di Palestina, yang meninggal karena serangan dari Israel.
Disamping itu, ditujukan untuk mengarkan para siswa di sekolah setempat agar cinta terhadap Palestina. Sehingga, muncul semangat juang atau spirit untuk bagaimana masing-masing dari mereka bisa memberikan dukungan.
“Kita juga melakukan penggalangan dana, untuk nantinya uang yang terkumpul dari para siswa ini akan kita salurkan melalui Lazismu,” tuturnya.
Setelah dilakukan Salat Gaib, lanjut Jamal, para siswa kemudian diberikan bendera kecil, yang merupakan bendera Palestina. Kemudian, diajak untuk mendengarkan persembahan surat untuk Palestina yang dibacakan salah satu siswa.
“Anak-anak mengibar bendera supaya memberikan semangat kepada Palestina, dan endingnya bisa mencintai Palestina,” tambahnya.
Sementara siswa yang membacakan surat untuk Palestina tersebut, Reisha Fathina El Hasna, terlihat begitu emosional saat membacaka surat tersebut di hadapan ratusan siswa di sekolah setempat. Puisi yang ditulisnya bersama ibunya.
“Ini puisi tentang apa yang terjadi di Palestina, apa yang dilakukan Israel kepada Palestina, dan menyemangi Palestina untuk tetap bertahan,” ujar siswa kelas 6 tersebut.
Saking meresapi kalimat per kalimat dalam puisi itu, Reisha sampai berkucuran air mata. Ia begitu sedih menceritakan0p bagaimana Palestina yang pawalnya damai kemudian porak poranda setelah kedatangan Israel. (J05/A01)










