Raih Adiwiyata Mandiri dari Pengolahan Limbah Cucian Tangan

- Jurnalis

Senin, 16 Desember 2019 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Sekolah SMP 1 Jati, Suhartono bersama guru pembimbing (Foto:J12)

Plt Kepala Sekolah SMP 1 Jati, Suhartono bersama guru pembimbing (Foto:J12)

Jurnalpantura.id, Kudus – Setelah dua kali gagal mendapatkan gelar Sekolah Adiwiyata di tahun 2016 dan 2018. Tahun ini SMP 1 Jati berhasil menyabet gelar Sekolah Adiwiyata Mandiri dari Kementrian Lingkungan Hidup.

Plt. Kepala SMP 1 Jati, Suhartono mengatakan anugerah Sekolah Adiwiyata Mandiri ini merupakan buah dari perjuangan pihaknya sejak memutuskan maju sebagai sekolah berbasis lingkungan di tahun 2012 lalu. Pasca dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata Kabupaten di tahun 2013, SMP 1 Jati berhasil meloloskan diri menjadi sekolah Adiwiyata Provinsi di tahun 2014 dan meraih penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional di tahun 2015.

“Prosesnya memang bertahap, dari Kabupaten merangkak ke Provinsi ke Nasional. Hingga ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri,” jelansya.

Suhartono mengatakan ada beberapa inovasi pendidikan lingkungan yang berhasil menghantarkannya meraih gelar Adiwiyata Mandiri. Salah satunya, pengolahan air limbah cuci tangan (tanpa sabun) yang digunakan untuk budidaya lele.

“Sebenarnya untuk budidaya lele telah kami lakukan sejak lama. Sedangan untuk inovasi ini sudah berjalan selama empat tahun,” terang dia.

Menurut dia, ide pemanfaatan air cucian tangan untuk budidaya lele merupakan penemuan tidak sengaja yang dilakukan oleh beberapa guru sekolahnya. Setelah melihat banyak debit air yang digunakan siswa untuk mencuci tangan dan harus terbuang sia-sia ke selokan.

Baca Juga :  366 Mahasiswa Prodi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kudus Ikuti Kegiatan Kepaniteraan

“Dari pada terbuang sia-sia lebih baik digunakan untuk mengairi kolam lele. Terlebih air ini tidak mengandung senyawa kimia, jadi akan tidak berdampak pada lele-lele yang dibudidayakan,” lanjutnya.

Benar saja, inovasi tersebut sukses mengurangi debit air limbah yang dihasilkan dari kegiatan cuci tangan oleh siswa. Dan memaksimalkan kegiatan budidaya lele di SMP 1 Jati, hingga berkali-kali panen dalam setahun.

Meski beberapa bulan ini, usaha budidaya lele di SMP 1 Jati harus fakum karena adanya pembangunan di dekat area kolam. Suhatono berharap inovasi ini dapat menginspirasi para siswanya untuk terus berkreasi. Utamanya dalam mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai lebih.

“Progam ini bukan sekedar untuk memenangkan penghargaan Adiwiyata Mandiri. Tetapi lebih pada pendidikan karakter berbasis lingkungan kepada siswa. Untuk membangun generasi muda yang peduli dan berbudaya lingkungan,” pungkas dia. (J12/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru