Jurnalpantura.id, Kudus – Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus resmi dioperasikan pada Jumat, 9/1/2025.
Peresmian fasilitas kesehatan ini sekaligus menandai penerapan inovasi layanan skrining kesehatan berbasis teknologi bertajuk SMECE.
SMECE merupakan singkatan dari Screening Mediscan Face, sebuah sistem skrining kesehatan yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Melalui pemindaian wajah menggunakan kamera, sistem ini mampu menampilkan analisis kondisi kesehatan pasien secara otomatis dan cepat.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa kehadiran SMECE menjadi terobosan layanan kesehatan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, pemeriksaan dapat dilakukan secara singkat, namun hasilnya mendekati pemeriksaan laboratorium.
“Tadi sudah pada mencoba dan hasilnya sangat mendekati kondisi riil yang ada di laboratorium. Inivasi ini dihadirkan dalam rangka memberikan prima kepada masyarakat, khususnya di Desa Colo dan sekitarnya,” kata Bupati.
Ia mengungkapkan, hasil uji coba SMECE menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi. Inovasi ini dihadirkan untuk memberikan pelayanan kesehatan prima bagi masyarakat, khususnya warga Desa Colo dan wilayah.
Dalam sistem SMECE, terdapat enam indikator pemeriksaan, yakni kondisi psikologis, tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, laju pernapasan, serta saturasi oksigen. Proses skrining dilakukan sambil pasien berbicara atau bercerita.
“Tadi kami juga langsung mencoba SMECE. Contohnya, detak jantung saya tercatat 72, sementara hasil pengukuran pakai jam pintar saya menunjukkan 73. Artinya, hasilnya sangat mendekati dan akurat,” tandasnya.
Bupati juga menilai layanan ini sangat strategis mengingat letak Pustu Colo berada di kawasan wisata dan jalur peziarah Sunan Muria.
Keberadaan fasilitas kesehatan yang mudah diakses diharapkan mampu memberikan layanan cepat bagi warga, wisatawan, maupun peziarah, sekaligus mencegah risiko kesehatan sejak dini.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Mustiko Wibowo, menyebut SMECE sebagai inovasi pertama di Indonesia yang memadukan analisis wajah dan suara berbasis AI.
Pasien cukup mengisi data awal dan berbicara selama sekitar 45 detik, lalu sistem akan memproses data tersebut untuk mendeteksi risiko penyakit seperti stroke dan gangguan kardiovaskular, sehingga membantu dokter melakukan penanganan lebih dini. (J05/A01)










