PT Djarum Salurkan 4 Ventilator, Perkuat Layanan dan Pendidikan Dokter di RS Mardi Rahayu

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RS Mardi Rahayu menerima CSR dari PT Djarum berupa ventilator. (Foto: J02)

RS Mardi Rahayu menerima CSR dari PT Djarum berupa ventilator. (Foto: J02)

Jurnalpantura.id, Kudus — PT Djarum menyalurkan empat unit ventilator tipe Hamilton C3 Standard Neo to Adult kepada Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu, Kabupaten Kudus, Selasa, 21/4/2026.

Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien dengan gangguan pernapasan.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari kolaborasi tripartit antara PT Djarum, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, dan RS Mardi Rahayu.

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan medis, tetapi juga mendukung penguatan pendidikan dokter.

General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menyampaikan bahwa bantuan ventilator ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung sektor kesehatan.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya.

Menurutnya, PT Djarum secara konsisten menyalurkan bantuan alat kesehatan guna membantu rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan.

“Dukungan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Kolaborasi ini juga memperkuat peran RS Mardi Rahayu sebagai Rumah Sakit Pendidikan Satelit bagi mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran UKDW.

Baca Juga :  Desa Gondangmanis Dicanangkan Sebagai Desa Siaga Tuberkulosis di Kabupaten Kudus

Dengan adanya dukungan fasilitas medis, proses pembelajaran diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Rektor UKDW, Wiyatiningsih, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran.

“Kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan kesehatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam proses pembelajaran mahasiswa kedokteran,” ujarnya.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto, menegaskan bahwa bantuan ventilator tersebut akan dimanfaatkan secara maksimal untuk pelayanan pasien sekaligus pendidikan tenaga medis.

“Ventilator merupakan alat vital di ruang perawatan intensif karena berfungsi membantu atau menggantikan kerja pernapasan pasien,” tambahnya.

Saat ini, RS Mardi Rahayu juga tengah mengembangkan Gedung Rawat Inap Betania sebagai bagian dari peningkatan kapasitas layanan.

Pengembangan ini mencakup unit perawatan intensif terpadu dengan berbagai fasilitas seperti PICU, NICU, Perinatal Risiko Tinggi, dan HCU, guna memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan sekaligus pendidikan tenaga medis di Kudus. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 278 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru