Jurnalpantura.id, Kudus – PS Porma Mlati Norowito Kota Kudus tampil perkasa dengan melibas tamunya Tanjungrejo FC Jekulo 4-0 pada Jum’at 20/09/2024 sore.
Hasil positif di pekan ke-16, membawa PS Porma ke peringkat ke 3 klasemen sementara Divisi 2 Sukun U17 League 2024 dengan 37 poin.
Keunggulan PS Porma 4-0 melalui gol Rifa Arisky menit ke 6, R Maulana menit ke-21 dan 26, dan M Arka menit ke-60.
Penampilan anak- anak Porma memang tak seperti biasanya, kurang greget dan terlihat monoton sepanjang pertandingan 2 x 35 menit.
PS Porma membuka keunggulan menit keenam setelah dengan susah payah menembus rapatnya barisan belakang Tanjungrejo FC.
Gol tambahan berlanjut pada menit ke-21 dan 26, dan skor 3-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, anak- anak PS Porma berusaha meningkatkan tempo permainan.
Namun koordinasi antar-pemain kurang berjalan sempurna, banyak passing dan kontrol bola tidak akurat sehingga bola lepas dan berhasil direbut lawan.
Tim asuhan Pelatih Suntoyo baru bisa menggandakan keunggulan pada menit ke-60 atau 10 menit menjelang bubaran, dengan keunggulan 4-0.
Pelatih PS Porma Suntoyo mengaku senang anak asuhnya berhasil meraih angka penuh, setelah bermain cukup bagus sesuai yang diinstrusikan.
Para pemainnya tampil seperti laga- laga sebelumnya, namun diakui ada sedikit beban dan kurang bisa bermain lepas.
“Banyak umpan- umpan tak dapat terkontrol dengan baik. Itu mungkin akibat faktor psikis yang belum pulih setelah tim yang dibelanya mengalami dua kali kekalahan,” terangnya.
Dalam duel tersebut, anak asuhnya sedikit kesulitan menembus pertahanan tim tamu, karena lawan memilih bertahan total.
“Anak- anak main terbuka, tetapi pemain lawan terpaku di belakang menjaga total daerah pertahanan,” katanya.
Menghadapi dua sisa pertandingan, para pemainnya diharapkan dapat menyapu bersih kemenangan meski untuk mengejar gelar juara, menurutnya sangat berat.
“Dua rival di atas tim kami memiliki pemain lebih bagus dan mereka lebih berpeluang menjadi juara,” ungkapnya.
Hal yang patut dipetik dari perjalanan kompetisi Divisi 2 Sukun U17 League ini, yaitu para pemain liga memiliki tambahan jam terbang.

“Kalah menang itu biasa, karena tujuan awal adalah untuk pembinaan,” tegasnya.
Satu catatan yang perlu diberhatikan adalah keterlibatan wasit dalam memimpin pertandingan.
“Baru kali ini merasakan wasit berbeda, sebelumnya tiga kali pertandingan (Tanjung Karang, Bacin dan Gribig), berturut- turut yang kami ikuti dipimpin wasit yang sama,” ucapnya.
Sementara Pelatih Tanjungrejo FC Reza Yunanda mengatakan, meski timnya kalah tetapi ia menilai permainan anak asuhnya cukup bagus.
“Kalau pun ada sedikit kekurangan saya bisa memaklumi karena dari sisi mental anak- anak memang masih labil.”
“Namun saya merasa senang anak- anak bisa menjalankan instruksi pelatih dengan baik. Ambil sisi positifnya, karena memang tujuan kompetisi ini untuk pembinaan pemain,” tandasnya.
Di pertandingan lain, Spultura FC Puyoh (Dawe) mencukur tamunya Megawon FC 3-0 (1-0) dan Klaling FC (Jekulo) dikalahkan tamunya Putra GM Gondangmanis (Bae) dengan skor tipis 0-1 langsung.
Kemudian tuan rumah Songo Joyo FC Tanjungkarang (Jati) digunduli Gribig United Gebog 0-3 (0-2) dan tuan rumah Tunas Muda Loram Wetan (Jati) dilibas Bacin Evolution Bae 1-2 (0-2).
Bacin Evolution kini kokoh di puncak klasemen sementara dengan 43 poin dari 16 kali pertandingan dan menjadi kandidat juara Divisi 2 Sukun U17 League musim ini.
Di peringkat kedua Gribig United dengan nilai 40 juga dari hasil 16 kali pertandingan, masih terbuka peluang merebut gelar kampiun musim ini.
Kedua tim hanya terpaut tiga poin dari dua sisa pertandingan yang akan berakhir awal Oktober nanti. (J02/A01)










