Prestasi Terus Menurun, Rinduwan : Pengurus KONI Harus Gila Olahraga

Olahraga597 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Hasil Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Kudus di Semarang beberapa waktu lalu, mendapat sorotan dari Rinduwan, Mantan Ketua KONI 2010-2014 dan 2014-2018.

Menurunnya prestasi olahraga di Kudus ini pun menurut Rinduwan berkaitan dengan kinerja di dalam kepengurusan KONI Kudus saat ini.

Rinduwan yang juga Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kudus menyarankan agar setiap pengurus KONI memiliki jiwa olahraga

“Harusnya pengurus olahraga yang punya jiwa dan gila olahraga, pasti ada prestasinya. Berbeda kalau pengurusnya asal-asalan, pasti tidak mungkin bisa dapat prestasi,” kata Rinduwan diruang Komisi A DPRD Kudus, pada Senin 08/07/2024.

Iapun menceritakan, saat dirinya menjadi Ketua KONI, kontingen Kudus berhasil meraih posisi tiga besar dalam klasemen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XV di Solo pada tahun 2018.

Saat itu, kontingen Kudus berhasil meraih 70 medali emas, 69 perak, dan 74 medali perunggu.

Namun prestasi itu pun tidak berhasil dipertahankan kontingen Kudus saat berlaga di Porprov XVI Pati Raya tahun 2023. Di mana Kudus berada di posisi ke-10 klasemen akhir dengan 28 medali emas, 27 medali perak, dan 67 medali perak.

Bahkan dalam gelaran Pekan Olahraga Daerah (Popda) Jawa Tengah terakhir, atlet dari Kudus membawa pulang 4 medali emas, 8 perak, dan 13 perunggu.

Menanggapi prestasi yang semakin menurun itu, Rinduwan menyoroti kinerja pengurus KONI hingga Ketua masing-masing Pengkab Olahraga di Kudus.

Dirinya menilai, agar para atlet dari Kudus semakin berprestasi, harus diimbangi dengan pembinaan yang kuat.

Selain itu, pengurus maupun Ketua Pengkab, dikatakan Rinduwan harus diisi oleh mereka yang paham tentang olahraga. Sebab mereka sudah paham tentang apa yang harus dilakukan demi prestasi semakin baik.

“Kalau Ketua Pengkab atau pengurus mempunyai jiwa olahraga, pasti sewaktu-waktu dapat emas, karena memperhatikan pembinaan. Kalau sekadar asal-asalan, tidak mungkin dapat (medali),” terang Rinduwan saat ditemui pada Senin, 8 Juli 2024.

Disinggung bagaimana caranya ia mampu membawa atlet Kudus berprestasi, Rinduwan menekankan bahwa kuncinya ada di pembinaan.

Sebelum kejuaraan dimulai, minimal sebulan sekali ia mengadakan rapat evaluasi. Mendekati harinya, evaluasi bahkan dilakukan seminggu sekali.

Selain evaluasi, dirinya juga memperhatikan ritme latihan para atlet, termasuk pola tidur hingga nutrisi yang masuk dalam tubuh melalui makanan yang dimakan.

“Jangan sebatas tongkrongan, tapi dibina betul-betul, diperhatikan betul-betul. Kudus itu gudangnya atlet, bahkan dulu paling banyak atlet dari Jateng yang mewakili ikut seleksi tingkat nasional itu dari Kudus,” terangnya.

Pihaknya pun menegaskan, pembinaan atlet itu tidak boleh berhenti, harus berkesinambungan.

“Harapan saya, mari bersama-sama bangun olahraga di Kudus. Komunikasi, koordinasi penting dilakukan, karena Kudus punya banyak atlet berprestasi,” pungkasnya. (J02/A01)

Komentar