PPDB SD Hari Pertama, Sejumlah Sekolah di Kudus Masih Sepi Pendaftar

pendidikan687 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus dimulai hari ini, Selasa 11/06/2024. Sejumlah sekolah nampak masih sepi pendaftar.

Seperti di SD 2 Demaan yang berada di Kecamatan Kota, Kudus. Kepala sekolah, Sugeng Sugiyarto menyebut belum ada calon peserta didik yang mendaftar di hari pertama. Namun sudah ada 6 anak yang berminat.

“Kemarin ada 6 anak yang kakaknya sekolah di sini terus tertarik mau sekolah di sini juga. Tapi kalau pendaftar secara resmi belum ada. Biasanya itu pertengahan mulai ramai, kan ini masih lama,” tuturnya.

Kondisi serupa juga terjadi di SD 2 Sambung yang berada di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Kepala sekolah, Darmo mengaku bahwa belum ada calon peserta didik yang mendaftar di sekolah setempat pada hari pertama pembukaan PPDB hari ini.

“Belum ada pendaftar hari ini. Sekolah saya kan termasuk di desa, biasanya spontanitas kalau gini ini belum ada yang daftar kalau di desa,” ujar Darmo.

Pihaknya menyampaikan, peserta didik yang mendaftar tahun lalu atau saat ini berada di kelas 1, ada sebanyak 42 siswa. Sejumlah siswa tersebut terbagi dalam dua rombel. Darmo pun berharap tahun ini mendapatkan jumlah siswa serupa.

“Karena ini di desa biasanya itu tetangga sini-sini yang sekolah, biasanya dikoordinir TK kemudian berkoordinasi dengan sekolah. Info sementara ada sekitar 35 siswa dari TK yang mau ke sini,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Anggun Nugraha mengungkapkan bahwa hari pertama pembukaan PPDB SD memang biasanya cenderung sepi.

Hal ini lantaran proses pendaftaran masih berjangka waktu lama. Diketahui, pembukaan PPDB jenjang SD dibuka mulai 11 Juni hingga 29 Juni 2024 mendatang. Sehingga, wajar apabila beberapa sekolah masih sepi pendaftar.

“Kalau untuk mengkoordinir di TK itu sebenarnya tidak apa-apa, tidak menyalahi aturan yang penting untuk jalur pendaftaran sesuai dengan ketentuan. Maksimal dalam satu kelas ada 28 siswa, kalau lebih berarti nanti buka 2 rombel,” tuturnya. (J05/A01)

Komentar