Jurnalpantura.id, Kudus – Posyandu Sekar Arum Kaliwuluh 1 Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus berhasil masuk dalam kategori tiga besar Penilaian Lomba Integrasi Layanan Primer (ILP) atau Posyandu Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024.
Kabupaten Kudus lolos tiga besar setelah dinyatakan salah satu yang terbaik dalam seleksi administrasi. Kemudian, dilakukan verifikasi lapangan oleh tim penilai hari ini, Selasa (4/6/2024). Kudus bersaing dengan dua daerah lainnya di wilayah Pantura, yakni Kabupaten Rembang dan Blora
Ketua Tim Juri Penilaian Lomba Posyandu Berprestasi, Rita Ultrajani menyebut bahwa ada 29 kabupaten dan kota yang ikut dalam seleksi administrasi, yang kemudian dipilih enam besar.
“Setelah enam (posyandu) kita lakukan verifikasi lapangan dan paparan dan kita dapatkan tiga posyandu (terbaik), yakni Kudus, Blora dan Rembang,” kata Rita di Desa Gondoharum.
Lomba Posyandu, lanjut Rita, ditargetkan untuk mewujudkan Puskesmas dan Posyandu ILP yang mana dalam skema layanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat sudah terintegrasi dengan baik. Kemudian, memiliki berbagai layanan inovasi.
“Triwulan pertama kita targetkan 10 persen dari puskesmas yang ada di Jawa Tengah sudah ILP. Lalu tuntas di tahun 2024 harapannya semua sudah ILP,” tambahnya.
Penjabat (Pj) Bupati Kudus, M Hasan Chabibie dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas prestasi Posyandu Sekar Arum Kaliwuluh 1 yang berhasil masuk dalam tiga besar lomba Posyandu Berprestasi.
“Ini juga sebagai jawaban atas pemenuhan kebutuhan kesehatan dalam siklus hidup masyararakat. Harapannya, posyandu ini bisa dicontoh di posyandu lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kader Posyandu Sekar Arum Kaliwuluh 1, Natasya Fathia Eka Sandy menerangkan bahwa posyandu ILP sudah mengantongi SK sebagai Posyandu ILP dan 25 Keterampilan Dasar.
Program-program inovasi telah dihadirkan, seperti Inovasi Ibu Baik (Hasil Bumi) dan Pawon Kuat (Kudapan Kuat) yang berhasil meningkatkan mutu kesehatan di wilayah setempat.
“Sekarang kita punya 13 kader, dan data stunting sejak 2023-2024 menurun dari awalnya 5 anak menjadi 3 anak, lalu anemia dari 3 remaja jadi 2 remaja, dan ibu hamil beresiko nihil,” tuturnya. ***










