Permudah Akses Kesehatan, RSUD Kudus Buka Layanan Poliklinik di Sore Hari

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Layanan kesehatan di RSUD dr. Loekmonohadi Kudus. (Foto: Istimewa)

Layanan kesehatan di RSUD dr. Loekmonohadi Kudus. (Foto: Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dalam upaya meningkatkan dan mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, RSUD dr. Loekmonohadi Kudus membuka layanan Poliklinik Sore.

Layanan ini rencananya dibuka pada 1 Agustus 2025. Poliklinik sore ini beroperasi setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.

Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, dr. Abdul Hakam mengatakan, layanan ini menjadi jawaban atas keluhan pasien yang tidak sempat berobat di pagi hari karena kesibukan kerja atau keterbatasan waktu.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang lebih fleksibel. Kami ingin memfasilitasi masyarakat, terutama yang bekerja di pagi hari tapi tetap membutuhkan layanan dokter spesialis,” ujarnya.

Untuk tahap awal, RSUD membuka layanan di 9 poliklinik rawat jalan, yaitu Poli Penyakit Dalam, Bedah, Anak, Jiwa, Jantung, Mata, THT, Kandungan, Gizi, Kulit dan Kelamin, serta Saraf.

Terdapat sekitar 19 dokter spesialis yang telah dijadwalkan untuk memberikan layanan secara bergantian.

“Karena ada beberapa poli seperti penyakit dalam, bobsgyn, jantung, anak, bedah, dan saraf yang akan dilayani lebih dari satu dokter,” terangnya.

Baca Juga :  2.300 Paket Sembako di Pasar Murah Kudus Ludes Diserbu Warga

Layanan poli sore ini bisa dimanfaatkan baik oleh pasien umum maupun peserta BPJS Kesehatan.

Sementara untuk sistem pendaftaran, pasien pada layanan poli sore ini sama dengan poli pagi. Pasein dapat mendaftar secara offline di loket pendaftaran rawat jalan ataupun secara online.

Pihak rumah sakit juga akan melakukan promosi layanan melalui media sosial dan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Hal ini dilakukan agar layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.

“Pasien bisa mendaftar lewat online atau datang langsung. Kalau datang langsung pun akan kami bantu proses pendaftarannya. Bisa lewat anjungan ataupun di loket pendaftaran,” tambahnya.

Setelah resmi dibuka, pihak rumah sakit akan mengevaluasi antusiasme masyarakat. Jika respons tinggi, tidak menutup kemungkinan layanan akan diperluas.

“Kalau peminatnya banyak, kita bisa tambah jumlah layanan maupun dokter,” tutupnya. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru