Peringati Hari Anak Nasional, Sekolah di Kudus Ajak Siswa Main Permainan Tradisional

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SDN 3 Medini asik bermain permainan tradisional dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025. (Foto: JP)

Siswa SDN 3 Medini asik bermain permainan tradisional dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2025, sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus menggelar kegiatan yang mengajak siswa bermain permainan tradisional.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kebahagiaan kepada anak-anak sekaligus melestarikan budaya lokal yang mulai tergerus zaman.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari imbauan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus.

Disdikpora meminta seluruh sekolah di Kudus untuk mengadakan kegiatan serupa secara serentak, guna membangun suasana ceria di kalangan siswa dan memperkuat kembali nilai-nilai budaya daerah.

Salah satu sekolah yang aktif mengikuti imbauan tersebut adalah SD Negeri 3 Medini, yang berada di Desa Medini, Kecamatan Undaan.

Sekolah ini menggelar acara bertajuk “Dolan Bareng Si Meku”, yang melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dalam berbagai permainan tradisional.

Plt Kepala SD Negeri 3 Medini, Darmo Winoto, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini para siswa diajak bermain permainan tradisional seperti egrang, engklek, bakiak, dakon, gobak sodor, hula hoop, dan lompat tali.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan Pada Konsumen, Adira Finance Luncurkan Slogan Pelayanan "Sahabat"

Guru-guru pun turut terlibat langsung agar siswa bisa melihat contoh cara bermain yang benar dan merasakan kebersamaan yang menyenangkan.

“Kami mengikuti anjuran Disdikpora untuk memperingati Hari Anak Nasional. Anjuran dari dinas memang harus serentak di Kabupaten Kudus supaya sekolah mengajak anak ceria, tidak boleh ada yang sedih atau menangis,” ujar Darmo.

Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai yang belakangan semakin marak.

Ia berharap permainan tradisional bisa kembali diminati oleh anak-anak sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya Jawa serta sebagai alternatif aktivitas fisik yang menyehatkan.

“Harapan kami di desa-desa, permainan ini bisa aktif lagi. Eman-eman kalau punah, karena permainan tradisional ini kan peninggalan Budaya Jawa. Anak-anak juga bisa semakin sehat karena bisa berkeringat dengan melakukan aktivitas fisik ini,” pungkasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477
Kudus Fashion on the Street Meriah, Produk Fesyen Lokal Jadi Sorotan
Musthofa Ingatkan Generasi Muda: Pancasila Bukan Sekadar Hafalan
Sabtu Besok, CFN dan Karnaval Budaya Hari Jadi Kudus Bakal Padati Kawasan Simpang Tujuh
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:58 WIB

Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Senin, 21 September 2026 - 16:12 WIB

680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477

Berita Terbaru