oleh

Pentingnya Kenalkan Apotik Hidup di Kalangan Siswa SD/MI

Jurnalpantura.id, Kudus – Mahasiswa KKN-IK Institut Agama Islam Negeri Kudus melakukan kegiatan pembuatan apotik hidup di Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN-IK diantaranya adalah Fita Dwi Febriani, Lutfiana, Farhan Nawanto, Zahrotun Nisa’, Dian Nita Sari, Iza Maulana, Lailatul Qodriyah, Wanda Alfina, Anis Setyaningsih, dan Siti Kholilatul Hajaroh. Dalam pelatihan penanaman apotik hidup tersebut sasarannya ialah siswa kelas 4,5 dan 6 dari SD/MI yang berada di Desa Gamong.

Ketua kelompok, Fita Dwi Febriani mengatakan, pelatihan penanaman apotik hidup ini dilakukan untuk persediaan tanaman-tanaman yang dapat digunakan sebagai obat dan dibudidayakan dengan mudah tanpa perawatan khusus, dengan memanfaatkan botol minum plastik bekas.

Mahasiswa KKN-IK mengenalkan tumbuhan Apotik hidup ke siswa (Foto:KKN-IK)

“Kegiatan ini kami lakukan dengan mengambil berbagai tanaman obat-obatan dari rumah masing-masing mahasiswa kelompok dengan memanfaatkan sampah botol plastik, kemudian kami bawa ke Desa Gamong untuk di tanam. Nantinya, hasil yang telah kami tanam akan kami letakkan di lingkungan sekolah SD/MI,” ujar Fita.

Salah satu anggota kelompok, Anis Setyaningsih juga menyampaikan, tanaman obat-obatan yang ditanam didalam bekas botol plastik tersebut adalah tanaman lengkuas, lidah buaya, jahe, daun sereh, dan kunyit. Masing-masing dari tanaman tersebut memiliki manfaat dan khasiat tersendiri yang bisa dijadikan obat herbal alami dan tradisional.

Menurutnya, perawatan tanaman apotik hidup ini sangatlah sederhana dan tidak memakan waktu yang lama. Proses perawatannya pun cukup dilakukan dengan penyiraman tanaman dan pemberian pupuk secara berkala. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan siswa SD/MI jadi lebih tahu lebih dalam mengenai khasiat tanaman obat untuk pengobatan tradisional.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan penanaman apotik hidup ini dapat dimanfaatkan oleh siswa SD/MI, semoga tanaman-tanaman tersebut dapat bermanfaat dan mampu memenuhi kebutuhan per kapita,” pungkas Lutfiana. (KKN-IK/A01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed