Pemkab Kudus Dorong Perusahaan Sediakan Ruang Laktasi, Dukung ASI Eksklusif

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris saat menjadi narasumber Seminar Hari ASI Sedunia di Pendapa Kabupaten Kudus. (Foto: JP)

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris saat menjadi narasumber Seminar Hari ASI Sedunia di Pendapa Kabupaten Kudus. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kudus menggelar seminar edukasi di pendapa kabupaten, Selasa, 4/8/2026, dengan menghadirkan berbagai pihak yang berperan dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.

Seminar tersebut diselenggarakan sebagai wujud nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui kampanye pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak memperoleh ASI, termasuk anak dari ibu yang tetap aktif bekerja. Pemberian ASI harus menjadi prioritas karena manfaatnya sangat besar bagi kesehatan bayi.

“Pemberian ASI harus terus kita dorong. Walaupun ibu bekerja, hak anak untuk mendapatkan ASI tidak boleh terabaikan. ASI eksklusif diberikan selama enam bulan pertama, kemudian dilanjutkan hingga usia dua tahun dengan makanan pendamping ASI,” ujar Endhah.

Ia menambahkan, keberhasilan program ASI eksklusif memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya melalui penyediaan fasilitas yang memudahkan ibu menyusui untuk tetap memberikan ASI kepada buah hatinya meski berada di luar rumah.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus telah menyediakan ruang laktasi di lingkungan Pendapa Kabupaten Kudus, tepatnya di Gedung Sekretariat Daerah (Setda).

Fasilitas itu dapat dimanfaatkan oleh aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat yang membutuhkan tempat menyusui atau memerah ASI.

Baca Juga :  Tim Dosen UMKU Gali Faktor Penghambat Manajemen Diri Pasien Hipertensi di Puskesmas Dawe

Selain fasilitas di lingkungan pemerintah, Endhah berharap perusahaan-perusahaan di Kabupaten Kudus turut menghadirkan ruang laktasi yang memadai, terutama bagi pekerja perempuan di sektor industri.

Menurutnya, lingkungan kerja yang mendukung akan membantu ibu tetap dapat memberikan ASI secara optimal.

“Kami berharap seluruh perusahaan, khususnya pabrik-pabrik di Kudus, menyediakan ruang laktasi. Selain itu, dukungan suami dan keluarga juga menjadi kunci agar ibu tetap semangat memberikan ASI kepada anaknya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam, menjelaskan bahwa kondisi fisik maupun psikologis ibu menyusui sangat menentukan kelancaran produksi ASI.

Ia mengingatkan bahwa kelelahan dan stres dapat memengaruhi proses menyusui sehingga membutuhkan perhatian dari keluarga.

“Ketika ibu mengalami stres atau kelelahan, produksi ASI bisa menurun. Karena itu, peran suami dan keluarga sangat penting untuk memberikan dukungan sehingga ibu dapat menyusui dengan nyaman. Kami juga terus mendorong lahirnya Peraturan Bupati yang mewajibkan perusahaan menyediakan ruang laktasi beserta fasilitas penyimpanan ASI perah,” jelas Abdul Hakam.

Menurutnya, regulasi tersebut diharapkan semakin memperkuat perlindungan bagi ibu menyusui sekaligus meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Kudus. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru