Panglima TNI Dan Kapolri Soroti Perkembangan Covid-19 di Kabupaten Klaten

- Jurnalis

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panglima TNI Dan Kapolri Tekankan Tracing Dan Traking Dilakukan Secara Masif Di Kabupaten Klaten (Foto:Istimewa)

Panglima TNI Dan Kapolri Tekankan Tracing Dan Traking Dilakukan Secara Masif Di Kabupaten Klaten (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Klaten – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soroti situasi Covid 19 di Kabupaten Klaten, Sabtu 21/08/2021.

Beragam upaya ditekankan mulai dari tracing, dan traking untuk menekan laju perkembangan covid 19.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan hasil paparan, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan bersama secara spartan untuk menekan angka penularan covid 19.

Menurutnya yang harus dilakukan adalah menekan angka penularan covid 19 masih diatas 150 pada level 4. Oleh sebab itu harus dilakukan tracing kontak erat.

“Dengan melakukan tracing kontak erat secara baik maka akan menurunkan positif rate yakni sesuai harapan kita dibawah 5. Dengan angka kematian akan semakin menurun,” ujarnya.

Hadi menuturkan ada dua hal yang harus dilakukan yakni melaksanakan tracing dan traking secara masif. Setelah hasil dari tracing dan traking dipisahkan.

” Mana yang harus melaksanakan isolasi terpusat (isoter) dan melaksanakan isolasi mandiri (isoman). Pemeriksaan harus melakukan standar entry tes dan easy tes,” imbuhnya.

Hadi yakin apabila dua hal itu dilaksanakan dengan baik, maka angka penularan akan turun dengan drastis. Dirinya ingin semua pihak ikut andil menangani covid 19.

“Kita harus kerja habis-habisan isoter telah siap, antigen dan PCR telah siap,” ujar dia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menambahkan pemerintah setiap pekan melaksanakan evaluasi kebijakan PPKM. Hal ini bertujuan untuk menilai wilayah-wilayah dalam penentuan level PPKM.

“Seperti yang kita ketahui beberapa wilayah levelnya masih tetap dan ada juga levelnya yang diturunkan. Kemudian ada juga yang terjadi peningkatan seperti halnya di luar Jawa yang lebih tinggi (penularan) dibandingkan di Jawa. Tentunya perlu ada langkah-langkah,” ujar dia.

Baca Juga :  Tangani Pasang Ring Jantung, RS Mardirahayu Jadi Yang Pertama Di Exs Karesidenan Pati

Menurutnya, pemerintah telah memberikan kelonggaran kegiatan masyarakat baik di industri ekpor, pasar, mall, maupun restoran. Namun demikian kelonggaran tersebut terdapat konsekuensi yakni penekanan aturan protokol kesehatan.

“Ini yang saya ingatkan kalau ini tidak dilaksanakan mengikuti aturan protokol kesehatan dengan benar maka resiko laju perkembangan covid akan kembali muncul,” ujarnya.

Sigit telah menyampaikan kepada seluruh anggota Kepolisian untuk betul-betul melakukan pengawasan maupun edukasi, dan mengingatkan kepada masyarakat terkait penegakan aturan protokol kesehatan. Hal ini bertujuan agar laju perkembangan covid 19 dapat dikendalikan.

“Disatu sisi pemerintah juga mengharapkan masyarakat yang terdampak pengetatan bisa dilonggarkan agar ekonominya bisa berjalan. Tapi disatu sisi terkait protokol kesehatan,” jelasnya

Kemudian, Sigit juga mengingatkan bahwa kegiatan tracing dan traking sangatlah penting. Masyarakat dihimbau untuk melapor apabila pernah kontak erat dengan pasien terpapar.

“Walaupun kita dapat data dari laboratorium untuk ditelusuri, tapi kesadaran masyarakat melapor ke Puskesmas sangatlah penting. Jadi kegiatan tracing yang dilakukan anggota kami gabungan empat pilar betul-betul bisa lebih maksimal dan untuj menentukan langkah selanjutnya apakah harus melakukan perawatan isoter, atau rumah sakit rujukan,” jelasnya.

Ia menekankan kesadaran masyarakat sangatlah penting. Pihaknya berharap kesadaran masyarakat semakin tumbuh agar laju perkembangan covid 19 dapat ditekan.

“Kegiatan lain vaksinasi akan dilakukan percepatan. Masyarakat yang masih ragu (vaksinasi) dapat ikut. Karena ini sangat penting untuk menjaga imunitas,” tandasnya.

Pada kunjungannya tersebut, Panglima TNI dan Kapolri didampingi Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, dan Bupati Klaten Srimulyani. (J02/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru