Jurnalpantura.id, Kudus – Kepolisian Resor (Polres) Kudus menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal momentum perayaan Idulfitri 1447 H / 2026 M.
Melalui Operasi Ketupat Candi 2026, sebanyak 460 personel gabungan disiapkan untuk memastikan wilayah Kabupaten Kudus tetap kondusif, aman, dan nyaman bagi pemudik maupun warga lokal.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, menegaskan bahwa pengamanan akan dilakukan secara berlapis, mencakup pengamanan arus lalu lintas, pusat perbelanjaan, hingga objek wisata religi dan alam.
“Sebanyak 240 personel Polres Kudus diterjunkan langsung ke lapangan. Total dengan personel gabungan ada 460 personel yang terdiri dari sinergi TNI, Dishub, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya,” kata AKBP Heru Dwi Purnomo usai Apel Operasi Ketupat Candi 2026 dan Pemusnahan Miras di Simpang Tujuh Kudus, pada Kamis 12/03/2026.
AKBP Heru menambahkan, secara teknis, Polri menyiagakan hingga 2/3 kekuatan atau kurang lebih 500 personel untuk mengantisipasi dinamika di lapangan mulai dari malam takbiran hingga puncak libur lebaran.
Untuk mengoptimalkan pelayanan, Polres Kudus telah memetakan titik-titik krusial di wilayah hukum mereka.
Pos Terpadu (Pusat Komando), berada tepat di jantung kota, yakni di belakang Simpang 7 Kudus. Pos ini berfungsi sebagai pusat kendali informasi dan koordinasi seluruh personel.
Kemudian ada Pos Pelayanan (Pos Yan), didirikan di dua titik pintu masuk dan jalur utama, yakni di Terminal Induk Kudus dan SPBU Karawang, guna melayani pemudik yang butuh istirahat maupun bantuan teknis.
“Ada juga Strong Point, dengan fokus pada area publik yang berpotensi mengalami lonjakan massa, yakni di destinasi wisata Pijar Park, Bendungan Logung, dan kawasan wisata religi. Serta di swalayan, pasar tradisional, dan pusat perbelanjaan di sepanjang jalur protokol,” terangnya.
Pengamanan Mulai Malam Takbiran hingga Salat Id
AKBP Heru Dwi Purnomo menjelaskan bahwa pola pengamanan akan mencapai puncaknya pada malam takbiran dan Salat Ied.
”Teknis pengamanan sudah kita apelkan. Fokus utama adalah malam takbiran untuk mengantisipasi konvoi dan kerumunan, dilanjutkan dengan pengamanan salat Idulfitri, hingga pengamanan rutin selama masa libur panjang,” ujar AKBP Heru.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan sound horeg, music dj saat malam takbiran, serta tetap waspada dan bekerja sama dengan petugas di lapangan. Kehadiran personel di titik-titik strong point diharapkan dapat menekan angka kriminalitas serta meminimalisir kemacetan parah di titik-titik wisata. (J02/A01)










