Jurnalpantura.id, Kudus – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD 5 Karangbener dilaksanakan sesuai Surat Edaran (SE) Mendikdasmen yang menekankan pada pendekatan yang memuliakan murid, menghormati hak anak, dan menjunjung tinggi nilai karakter.
Sekolah yang beralamat di Jalan Wijaya Kusuma RT 1 RW 2 Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus ini berkomitmen menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menggembirakan bagi seluruh siswa.
SD 5 Karangbener menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat karakter siswa melalui aktivitas positif yang mengajarkan kesiapsiagaan bencana sejak dini.
Salah satu guru SD 5 Karangbener, Wiwik, menuturkan bahwa kegiatan MPLS hari keempat diwarnai kunjungan Mystery Guest dan pelatihan kebencanaan dari BPBD. Tim BPBD memulai sesi dengan kegiatan ice breaking dan lagu-lagu edukatif bertema bencana.
“Anak-anak terlihat sangat antusias dan aktif mengikuti arahan yang disampaikan,” katanya, Kamis, 17/7/2025.
Dalam sesi ini, siswa dibekali pengetahuan penting saat menghadapi kebakaran, seperti tidak panik, memutus aliran listrik, menjauhi kerumunan, menggunakan masker, dan segera menghubungi pemadam kebakaran (DAMKAR).
Selain materi kebakaran, siswa juga diberikan edukasi mengenai prosedur siaga gempa. Melalui simulasi dan lagu, siswa belajar cara menyelamatkan diri saat gempa, yaitu melindungi kepala, berlindung di bawah meja, menjauhi kaca, dan segera menuju tempat terbuka.
“Metode penyampaian yang menyenangkan membuat anak-anak lebih mudah memahami dan mengingat langkah-langkah penyelamatan,” tuturnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi. Siswa berjalan tertib menuju lapangan sambil melindungi kepala satu per satu. Di lapangan, mereka mendapat kesempatan langsung mempraktikkan pemadaman api menggunakan fire hose.
Api yang menyala di tong menjadi bagian dari simulasi nyata yang berhasil membangkitkan semangat dan rasa percaya diri siswa.Anak-anak terlihat antusias dan bekerja sama dalam memadamkan api.
Setelah api berhasil dipadamkan, suasana dipenuhi dengan tepuk tangan dan sorak sorai kebahagiaan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dari kelas I hingga kelas VI sebagai kenang-kenangan atas pengalaman belajar yang bermakna. (J05/A01)










